Inilah Ramadhan Terbaikku

  • Sumo

Saudaraku, Bergembiralah menyambut Ramadhan. Sebab, gembira atas tibanya Ramadhan akan memberi dampak ketersambungan hati sehingga kita dengan Ramadhan menjadi “sejiwa”. Ketika terwujud rasa sejiwa dengan Ramadhan, maka ragam ibadah pada bulan itu akan terasa ringan, membahagiakan dan seolah candu yang tak bisa ditinggal, sehingga jika Ramadhan akan berakhir, kitapun menjadi sangat sedih atau terluka. Puasa adalah ibadah yang sangat istimewa dengan dampak sangat istimewa pada, jiwa, raga dan kerja otak kita.

Dengan puasa Ramadhan, jiwa menjadi sangat related dengan kebaikan dan sangat tak tersambung dengan kemaksiyatan. Dengan puasa Ramadhan, raga kita menjadi otomatis bergerak dinamis hanya untuk kebaikan saja. Dengan puasa Ramadhan, perintah dari otak kita yang sensitif dengan kebaikan, menjadi lebih mengenali keburukan sekecil apapun dan mudah menjangkau gambaran dampak keburukan juga strategi menghalaunya.

Selain mengupayakan tak seharipun meninggalkan puasa dan sholat tarawih, maka di bulan Ramadhan hendaknya kita memperbanyak amalan utama berupa :

  1. Akrab dengan Al Qur’an. Yang mengakrabi Alqur’an akan diakrabi Alqur’an. Sebaliknya, yang meninggalkan akan ditinggal. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alqur’an, maka layaklah jika tilawah Qur’an menjadi amalan andalan kita. Semua yang kita tinggalkan (buang) akan jadi sampah. Tetapi jika Al Qur’an yang kita tinggalkan maka kitalah yang menjadi sampah.
  2. Sedekah (QS. Al Baqarah : 261). Mencontoh Rasul SAW, yang menjadi lebih banyak bersedekah di bulan Ramadhan, hingga sedekah beliau disamakan dengan “Hembusan Angin” (Riyhul Mursalaat).
  3. I’tikaf (Berdiam di masjid dengan niat hanya untuk ibadah saja). Malam Lailatul Qadar adanya di 10 terakhir Ramadhan, dan lebih khusus ada pada malam ganjilnya. Maka, sambut Lailatul Qadar tersebut dengan melakukan i’tikaf sebagaimana Rasul SAW, mencontohkannya. Sungguh, Lailatul Qadar itu sangat dekat, mudah meraihnya, semudah kita menolaknya.
  4. Dzikir dan doa. Dzikir pujian dan istighfar serta doa di bulan Ramadhan hendaknya difokuskan pada permohonan ampunan, ridha Allah, dan surga. Doa tersebut dilantunkan terutama saat sebelum berbuka puasa dan malam Lailatul Qadar. Jangan sampai kita merugi karena usai melalui Ramadhan, dosa dosa kita tak diampuni Allah SWT.
  5. Ibadah umroh pada bulan Ramadhan, memiliki keutamaan luar biasa karena pahalanya disebut setara dengan haji (HR Bukhari & Muslim), dapat menghapus dosa, melipatgandakan pahala, meningkatkan iman, dan doa doa lebih berpotensi dikabulkan Allah SWT.
  6. Zakat Fitrah. Zakat Fitrah hukumnya wajib a’in bagi setiap Muslim yang mampu untuk menyucikan diri setelah berpuasa Ramadhan, sekaligus sebagai makanan bagi fakir miskin, yang dibayarkan sebelum shalat Idul Fitri dengan takaran satu sha’ (sekitar 2,5-3 kg), berupa makanan pokok atau uang senilai itu.

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (@msdrehem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses