Akrab Dengan Al Qur’an

  • Sumo

Al-Qur’an adalah wahyu Allah swt yang diturunkan kepada Rasulullah saw. Al Quran menjadi petunjuk bagi kehidupan manusia. Al Qur’an adalah sebuah mukjizat yang mengandung berjuta-juta hikmah, berisi mau’idhah, ibrah, ajakan zuhud, motivasi ukhrawi, dan kisah-kisah yang menggugah. Jika dibaca dan direnungkan maknanya, Al Qur’an akan meningkatkan kekuatan iman yang ada dalam dada kita. Al-Qur’an memang betul-betul mujarab untuk mengobati penyakit-penyakit hati dan sekaligus menghidupkan hati kita. Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan. Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa mencintai Allah dan Rasul-Nya, hendaknya ia membaca Al-Qur’an.” (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam As-Suyuthi). Khabbab ibnul Art, seorang sahabat Nabi, pernah berkata kepada seseorang,”Mendekatlah kepada Allah sesuai kesanggupanmu. Ketahuilah sesungguhnya tidak ada cara yang lebih mudah untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan sesuatu yang Dia cintai melebihi firman-firman-Nya (yakni Al-Qur’an).” Abdullah bin Mas’ud, sahabat Nabi yang amat gemar membaca Al-Qur’an, berkata,”Barangsiapa mencintai Al-Qur’an, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa kecintaan kepada Al-Qur’an merupakan bukti atas kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

Utsman bin Affan, sahabat Nabi yang terkemuka, berkata,”Jika hatimu bersih, niscaya ia tidak akan pernah kenyang dari firman-firman Tuhannya (yakni Al-Qur’an).” Perkataan Utsman ini bermakna bahwa kecintaan dan interaksi kita dengan Al-Qur’an merupakan ukuran kebersihan hati kita. Jika suatu ketika kita merasa berat untuk membaca Al-Qur’an, sangat bisa jadi itu adalah pertanda adanya kotoran dalam hati kita. Untuk membersihkannya, paksakanlah untuk membaca Al-Qur’an, insyaallah ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca pun akan membersihkan kotoran-kotoran tersebut.

Bukti kecintaan kita kepada Al-Qur’an adalah interaksi yang kuat dengannya. Interaksi tersebut meliputi banyak hal. Pertama-tama, kita harus memulainya dengan keimanan akan kebenaran dan kesucian Al-Qur’an. Selanjutnya kita harus gemar membaca Al-Qur’an. Jangan sampai kita melewati hari-hari kita tanpa membaca Al-Qur’an. Sebagai gambaran, sebuah hadits shahih menceritakan dialog antara Abdullah bin Amr dan Rasulullah saw. Abdullah memberitahu Rasulullah bahwa ia mengkhatamkan Al-Qur’an setiap hari. Rasulullah kemudian menegurnya dan menyarankan agar ia mengkhatamkan Al-Qur’an paling cepat setiap tiga hari. Dan jika ia mau, cukuplah ia mengkhatamkan Al-Qur’an setiap bulan saja, yang berarti satu juz Al-Qur’an setiap hari.

Itulah standar yang diberikan oleh Rasulullah dalam membaca Al-Qur’an: minimal satu juz setiap hari. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita membaca Al-Qur’an minimal satu juz setiap hari? Jika belum, marilah kita mengusahakannya secara bertahap. Kita bisa memulainya dengan membaca Al-Qur’an satu halaman setiap hari, lalu kita tingkatkan menjadi dua halaman setiap hari, lalu kita tingkatkan lagi menjadi tiga halaman setiap hari, dan demikian seterusnya sampai kita bisa membaca satu juz setiap hari.

Disamping membaca, kita juga harus mempelajari kandungan Al-Qur’an. Kita harus belajar dengan ulama yang bisa menerangkan maksud dari ayat-ayat Al Qur’an. Jika kita belum memahami bahasa Arab, paling tidak kita bisa membaca terjemahan ayat-ayatnya. Lalu kita baca buku-buku tafsir Al-Qur’an, yang sudah banyak tersedia dalam bahasa Indonesia. Kita harus mengkuti majelis-majelis yang mengkaji Al-Qur’an.

Sesudah kita memahami kandungan Al-Qur’an, tuntutan selanjutnya adalah mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan. Ini tentu saja tahapan yang lebih sulit. Banyak orang bisa membaca Al-Qur’an dan bahkan memahami isinya, namun berapa banyak orang yang bisa secara konsisten mengamalkan isi Al-Qur’an?

Disamping itu, sebagai bukti kecintaan kita kepada Al-Qur’an, hendaknya kita pun berusaha untuk menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan kemampuan kita. Rasulullah saw bersabda,”Seseorang yang didalam dadanya tidak ada Al-Qur’an adalah seperti rumah yang kosong dan tidak terawat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.