Menjaga Komitmen Pernikahan

Saudaraku, Komitmen adalah fondasi utama dalam sebuah hubungan yang sehat dan langgeng. Dalam konteks hubungan pernikahan, maka komitmen berarti kesanggupan untuk tetap setia, bertanggung jawab, dan berusaha mempertahankan hubungan meskipun menghadapi banyak tantangan. Komitmen pernikahan tidak hanya tentang janji, tetapi juga tentang tindakan nyata yang menunjukkan keseriusan dalam menjaga hubungan. Lanjutkan membaca

Ibadah yang Diterima

Ibadah mencakup seluruh kehidupan. Dengan tegas Allah subhanahu wata’ala memastikan bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepadaNya, Sebagaimana firman Allah subhanahu wta’ala: Tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu (QS. Adz-Dzariat:56). Keberadaan manusia di bumi ini untuk ibadah, maka kehidupan ini bagi manusia adalah ibadah. Oleh karenanya semestinya manusia harus menjadikan seluruh hidupnya dalam rangka beribadah kepada Allah. Lanjutkan membaca

Hari Ibu, Mulianya Wanita

Di masa Jahiliyah, wanita tidak dianggap sebagai anggota masyarakat, bahkan kalau suaminya meninggal maka anaknya berhak menjual atau menikahinya. Ikatan pernikahan dengan pola al- istibdho’, al-rath atau al-rayah yang menempatkan wanita sebagai obyek pelampiasan gharizah kebinatangan. Kelahiran anak perempuan dicap sebagai pembawa sial dan pemutus kemuliaan nasab sehingga langsung dicekik atau dikubur hidup-hidup. Lanjutkan membaca

Memperbanyak Teman

Saudaraku, Dalam hidup, kita membutuhkan banyak kawan yang baik. Kawan yang baik akan membantu kita dalam suka dan duka. Ia laksana cermin jernih bagi kepribadian kita, karena kawan yang baik akan mengingatkan kekurangan kita dan menguatkan kelebihan kita. Semakin banyak kawan baik kita, semakin besar dukungan dan kebahagiaan, semakin besar peluang kesuksesan, dan semakin tinggi kemuliaan kita. Lanjutkan membaca

Problematika Keluarga

Adalah sesuatu yang bersifat aksioma, jika keluarga muslim dimaksudkan: Keluarga yang dibangun di atas pondasi yang kokoh, dimana pertemuan kedua insan (suami isteri) dalam rangka merealisasikan tujuan agama yang suci. Namun dalam realitanya sesuatu yang ideal itu ternyata tidak selamanya terwujud dalam kehidupan keluarga. Ketidak sinkronan antara bentuk idealita dengan realita, itulah yang disebut dengan Problematika, Lanjutkan membaca

Jujur Pondasi Sucinya Jiwa

Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama-sama orang yang benar” (QS. At Taubah: 199)” Sidik (Benar) adalah kesesuaian antara ucapan dengan hati nurani dan prilaku secara terpadu. Kesesuain ketiga komponen tersebut melahirkan sidik yang sempurna, apabila kurang salah satunya yang ada hanya ucapan dan niat di hatinya sidiknya masih relatif, apabila niat dan ucapannya benar lalu perilakunya bertolak belakang berarti pada orang tersebut aaa sifat sidik dan kazab (dusta). Lanjutkan membaca

Ibumu Surgamu

Saudaraku, ridha orang tua adalah kunci ridha Allah dan pintu surga. Jika ada pilihan antara berjihad di jalan Allah atau merawat orang tua yang masih hidup, maka merawat mereka adalah lebih utama. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr RA, dia berkata, “Ada seorang laki-laki yang meminta izin kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam untuk berjihad, maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda kepadanya: “ Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Dia menjawab, ‘Ya, masih.”Beliau pun bersabda: “Maka pada keduanya, hendaknya kalian berjihad (berbakti). ‘” [HR.Al-Bukhari dan Muslim) Lanjutkan membaca

Aktualisasi Istiqamah

Setiap manusia yang menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dalam hidupnya pasti akan mendapatkan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Karena dalam meniti jalan hidup setiap manusia pasti akan melalui ujian maupun cobaan. Al-Qur’anlah yang memberikan petunjuk kepada manusia bahwa setiap ujian dan cobaan harus dihadapi dengan sabar dan istiqamah. Sikap sabar dapat memelihara seorang dari kejatuhan dan kebinasaan dan istiqamah dapat memberikan hidayah yang menjaga seorang muslim dari rasa putus asa. Lanjutkan membaca

Bahaya Meninggalkan Al Qur’an

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah mengadu kepada Allah subhanahu wata’ala tentang sikap kaumnya terhadap Al Qur’an ini, sebagaimana direkam oleh Al Qur’an sendiri: “Berkatalah Rasul:”Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan”. (QS. Al Furqan: 30). Ibnu Katsir mengatakan kata Mahjuro dalam ayat ini bisa berarti tidak beriman dan tidak membenarkan Al-Qur’an Tidak  mempelajari (menelaah) dan tidak memahaminya. Tidak mengamalkan  dan tidak melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya. Lanjutkan membaca

Konsep Ilmu dalam Islam

Masalah pertentangan ilmu dan agama, sebenarnya  tidak pernah dikenal dalam Islam. Kalau sekarang ini kita mendengar masalah pertentangan tersebut, sebenarnya hanyalah dikemukakan oleh orang-orang yang tidak memahami budaya Islam dan telah  dipengaruhi pemikiran barat yang mengadopsi konsep dikotomi dalam ilmu pengetahuan. Para cendekiawan muslim terdahulu tidak pernah melihat adanya  hakekat  ilmiyah yang  bertentangan  dengan agama.  Karena intelektualitas Islam telah dibentuk  oleh Al  Quran dan  agama diturunkan untuk mendidik akal  sehat  dan  membimbingnya ke arah memahami hakekat kauniyyah. Lanjutkan membaca