Pentingnya Membaca Al Qur’an

  • Sumo

Al-Qur’an adalah kitabullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Al Qur’an adalah sumber petunjuk, cahaya dan rahmat bagi manusia-manusia yang bertaqwa. Bagi orang yang beriman, membaca Al Qur’an adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan. Banyak sekali keutamaan-keutamaan yang didapatkan bagi orang-orang yang membaca Al Qur’an.

  1. Terhindar dari ancaman dan dosa hajrul-Qur’an (berseteru dengan Al-Qur’an dan mengabaikannya) serta pengaduan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Allah. Firman Allah subhanahu wata’ala yang artinya: “Berkatalah Rasul : ‘Ya Rabbi, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan (sesuatu yang diabaikan)”. (QS Al-Furqan : 30)
  2. Terjaga, terlindungi dan terjauhkan dari sumber mara bahaya. Firman Allah subhanahu wata’ala yang artinya: “Dan apabila kamu membaca Al-Qur’an, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan Akhirat, suatu dinding yang tertutup”. (QS Al-Isra’ : 45)
  3. Sebagai ruqyah, penawar dan terapi penyembuhan. Firman Allah subhanahu wata’ala yang artinya: “Dan Kami turunkan Al-Qur’an sebagai penawar (penyembuhan) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian”. (QS Al-Isra’ : 82)
  4. Pelembut, penenang dan penenteram hati yang kasar dan keras membatu: Firman Allah subhanahu wata’ala yang artinya: “Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir”. (QS Al-Hasyr : 21)
  5. Sebagai sarana untuk mendapatkan kekhusyukan, ketenangan, kerahmatan, dan sebagainya. Firman Allah subhanahu wata’ala yang artinya:  “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk khusyuk (tunduk) hati mereka kepada dzikrullah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka berupa wahyu), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya, telah diturunkan Al Kitab kepada mereka kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS. Al-Hadiid: 16).
  6. Sarana tadabbur untuk memahami kandungan Al-Qur’an dan hukum syari’ah. Firman Allah subhanahu wata’ala yang artinya:  “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (menghayati dan mentadabbui) ayat-ayat-Nya dan supaya orang-orang yang mempunyai fikiran mendapat pelajaran (ibrah)” (QS. Shaad: 29).  Firman Allah subhanahu wata’ala yang artinya:  “Maka apakah mereka tidak memperhatikan (menghayati dan mentadabburi) Al Quran? kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” (QS. An-Nisaa’: 82).Firman Allah subhanahu wata’ala yang artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan (merenungkan dan mentadabburi) Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24).
  1. Untuk memperoleh syafaat Al-Qur’an:

 (Abu Sallam) berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Umamah Al Bahili ia berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang sebagai pemberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Az-Zahrawain, yakni surat Al Baqarah dan Ali Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi, untuk membela pembacanya. Bacalah Al Baqarah, karena dengan membacanya akan memperoleh barokah, dan dengan tidak membacanya akan menyebabkan penyesalan, dan ia tidak dapat mampu dikuasai (dikalahkan/ditandingi) oleh tukang-tukang sihir.” (HR. Muslim).

  1. Salah satu faktor penentu derajat seseorang disisi Allah (pada Hari Qiyamat):

Dari Abdullah bin ‘Amru dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Kelak akan dikatakan kepada ahli (pembaca) Al Qur`an; Bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membacanya ketika di dunia dulu, karena sesungguhnya tempatmu(kedudukanmu/derajatmu) ada pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud. Abu Isa (At-Tirmidzi) berkata; Hadits ini hasan shahih).

  1. Yang lancar bersama Malaikat dan yang terbata-bata mendapat pahala berlipat:

“Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir akan bersama para malaikat mulia. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an secara terbata-bata serta berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala “. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

  1. Pembacaan 1 huruf Al-Qur’an = 10 lipat pahala kebaikan:

 (Muhammad bin Ka’ab Al-Quradzi ra. Berkata:): Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Barangsiapa membaca satu huruf Al-Qur’an, ia akan mendapatkan satu amal kebajikan yang akan dilipatgandakan pahalanya sepuluh kali. Aku tidak mengatakan : Alif Laam Miim adalah satu huruf, namun (yang aku maksud) ialah : ‘Alif  satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf”. (HR At-Tirmidzi)

  1. Empat fadhilah utama tadarus, halaqah dan majelis taklim Al-Qur’an:

 “… Dan tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu rumah diantara rumah-rumah Allah (masjid) untuk membaca Al Qur’an, dan mempelajarinya antar mereka, melainkan akan turun ketenangan pada mereka, mereka diliputi rahmat, dan dinaungi para malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya…” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

  1. “Utsman bin Affan dan Hudzifah bin Yaman berkata : ‘Sekiranya hati-hati kita bersih dan suci, niscaya tidak akan pernah merasa kenyang dari membaca Al-Qur’an”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.