Bulan suci Ramadhan telah meninggalkan kita semua. Selama sebualan lamanya kita telah berperang melawan hawa nafsu. Nalai dari nafsu makan, hubungan lawan jenis, kemalasan, dan nafsu perilaku buruk lainnya. Sebaliknya selama sebulan penuh kita dilatih juga untuk meningkatkan kesabaran. Meski bulan suci Ramadhan telah meninggalkan kita, banyak nilai-nilai Ramadhan yang perlu terus dipertahankan.
Stidaknya ada empat peninggalan nilai-bikai Ramadhan yang harus kita pertahankan:
Nilai Keimanan
Kita berpuasa sebulan penuh karena adanya keimanan atau kepercayaan dan keyakinan kepada benarnya perintah-perintah Allah. Dengan keimanan yang semakin memenuhi hati ini telah mampu menyuplai semangat ke segenap bagian tubuh untuk membuktikannya dalam bentuk ketaatan. Hati hanya layak mengagungkan Allah dan menghinakan diri hanya pada-Nya. Hati hanya layak pasrah dan tunduk pada Allah saja. Semangat yang begitu besar seakan tak peduli dengan rasa lapar karena seluruh shooimin hatinya sudah terpaut kuat dengan ridlo Allah ’Azza wa Jalla.
Keikhlasan telah menjadi ruh yang menggerakkan seluruh harapan dan berbagai aspek kehidupan tertuju hanya kepada Allah. Inilah peninggalan ramadhan yang sangat mahal karena seluruh sisi kehidupan tanpa keikhlasan hanya sia-sia tak bermakna dan tidak bernilai bahkan bisa membahayakan bagi hidup duniawi dan ukhrawi.
Nilai Ibadah
Suasana di bulan ramadhan tampak jelas semarak ibadah sampai tidak kenal waktu. Gelombang semangat ibadah menyapu habis kemalasan yang selama ini menghambat aktivitas-aktivitas ibadah. Anda pasti merasakan dan melakoni hal tersebut, luar biasa!
Terasa sekali ibadah itu bukan semata-mata kewajiban yang memberatkan tapi kebutuhan primer bagi jiwa yang hidup agar sehat dan tetap hidup. Hidup jadi hidup dengan ibadah. Manusia sungguhan diuukur sejauh mana kualitas dan kuantitas ibadahnya.
Ramadhan telah membuka tabir penghalang sehingga jelas apa sebenarnya ibadah itu. Ibadah itu bukanlah beban yang merepotkan tapi justru adanya ibadah itu untuk meringankan, agar hidup semakin mudah dan bahagia karena Yang Maha Hidup menganugrahkan pertolongan dan rahmat-Nya. Ibadah itu ringan dan simpel. Hebat, kaum Muslimin memerankan diri sebagai hamba yang khusyu’, gembira melakukan berbagai bentuk ibadah.
Nilai Akhlak
Penampilan penuh pesona mewarnai orang-orang yang beriman. Menahan emosi. menahan marah, tapi memunculkan kelembutan, kasihsayang sehingga di mana-mana terasa ketentraman. Di rumah tercipta kebahagiaan. Di kantor semakin kental rasa kebersamaan. Di sekolah semakin kuat rasa persahabatan dan di manapun hamba yang sedang berpuasa menjadi penyejuk hati bagi yang dekat dengannya. Ramadhan telah mengkondisikan orang yang berpuasa untuk tampil terbaik dengan sifat-sifat mulia, jauh dari dengki dan sikap sewenang-wenang.
Nilai Sosial
Di bulan Ramadhan rasa ukhuwah, persaudaraan amat terasa eratnya. Setiap orang yang berpuasa seolah selalu menahan sikap sombong atau meremehkan orang lain . Yang ada adalah sikap saling menghargai, saling sapa, senyum dan kerjasama dalam berbuat kebaikan. Sikap individualistis menjadi barang yang tidak laku lagi di pasaran. Yang ada adalah semangat berbagi dan saling tolong menolang.
Semua menyadari kekuatan itu bukan pada semangat menonjolkan diri tapi ada pada kebersamaan. Betapa senangnya berbuka bersama baik di rumah, di kantor atau di masjid. Ramadhan yang lamanya satu bulan. Tiba-tiba ia sudah pergi. Memang kita tidak akan mampu menahan waktu tapi pertahankanlah semangat Ramadhan dalam menjalani kehidupan sehari-hari