Ramadhan, Sang Pembukti

  • Sumo

Insya Allah sebentar lagi kita akan menyambut momentum istimewa, tamu agung dengan segenap peluang amal, janji kemenangan dan kemuliaan derajat, dialah Bulan Suci Ramadhan, Bulan Pembuktian. Seringkali kita melihat hidup ini dengan cakrawala pandang yang sempit dan jauh, sehingga tergambarlah dalam benak kita bahwa kebahagiaan dan kesuksesan sangat sulit dan mustahil untuk dicapai. Belum lagi ketika kita membandingkan atas kekayaan dan popularitas orang lain yang semakin menjauhkan persepsi mustahilnya kesuksesan tersebut.

Mari kita renungkan akan Ramadhan, Sang Pembukti kehebatan kita :

Bukti Ketaatan

Allah swt memerintahkan kewajiban puasa selama satu bulan Ramadhan hanya untuk orang beriman saja. Satu perintah yang sangat berat dan terasa mustahil kita kerjakan diluar Ramadhan. Tetapi di bulan Ramadhan terbukti akan ketaatan atas perintah yang begitu berat tersebut, bahkan anak-anak kecilpun mampu menjalaninya. Masyarakat Muslim dengan berbagai kadar keimanannya serentak menjawab perintah Allah, mentaatiNya tanpa banyak alasan dan keluhan.

Bukti Kekuatan

Selama sebulan penuh siangnya berpuasa menahan lapar dan dahaga serta yang membatalkan puasa. Malamnya mujahadah dengan sholat Tarawih dan tadarus. Yang dalam tataran biologis akan menguras kekuatan fisik kita sehingga menjadikan lemah dan sakit. Tetapi terbukti, Ramadhan menjadikan masyarakat Muslim semakin sehat dan kuat sehingga sedikit orang sakit dan masuk ke rumah sakit. Bahkan yang sebelumnya mengidap suatu penyakit, denganĀ  Ramadhan menjadi sembuh dan sehat kembali.

Bukti Kebahagiaan

Kesedihan atas musibah di masa lalu dan kekhawatiran menghadapi masa depan menjadikan hidup kita sering berhias keluhan- keluhan dan alasan-alasan. Sehingga muncul kalau vonis hidup kita memang ditakdir kesusahan dan keresahan. Tetapi dengan Ramadhan terbukti bahwa kebahagiaan itu begitu dekat dan mudah serta murah. Saat berbuka puasa walaupun hanya dengan air putih dan buah kurma, hati kita bahagia. Belum lagi bahagianya bisa Tarawih Bersama, Tadarus Bersama dan Lebaran Bersama.

Bukti Kedisiplinan

Problem riil kaum Muslimin saat ini adalah rendahnya kedisiplinan dalam hal waktu dan sikap terhadap regulasi/aturan. Tetapi dengan Ramadhan terbukti betapa disiplinnya kaum Muslimin terhadap waktu, terlebih waktu sahur dan buka. Juga betapa disiplinnya terhadap aturan puasa dan sholat.

Bukti Kedermawanan

Potret kehidupan individualis dan materialistis menjadi tontonan harian kita, di tengah kondisi masyarakat yang terpuruk secara ekonomi ada saja orang-orang yang flexing/pamer harta tanpa merasa bersalah. Tetapi dengan Ramadhan terbukti betapa maraknya kegiatan santunan dan respon social seperti memberi makan berbuka, santunan untuk fakir, miskin dan anak yatim.

Bukti Peningkatan

Dengan adanya modernisasi di segala bidang, kita semakin disibukkan dengan berbagai macam informasi baik yang positif dan negatif. Tetapi dengan Ramadhan terbukti betapa terjadi gebrakan besar dalam hal semangat perbaikan dan peningkatan kualitas keilmuan dan keimanan di tengah masyarakat. Maraknya majelis taklim, pengajian, dialog Islam, kultum, seminar sampai tayangan religi di media sosial dan TV.

Dengan bukti-bukti tersebut, pantaslah kita bersyukur dan berharap agar semangat Ramadhan tidak hanya menjadi musim tetapi menjadi iklim. Dengan pendidikan istiwewa /tarbiyah mutamayizah selama sebulan penuh semoga menjadikan habits/kebiasaan kita bertahan dan menguat hingga datang Ramadhan di tahun yang akan datang. (Suratno IKADI_Kab.Madiun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.