Sabar Tiada Batas

  • Sumo

imagesKhalifah Umar bin Khatab pernah mengatakan, “Aku mengamati semua sahabat dan tidak ada sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang sebuah pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasehat yang baik. Dan aku mencari segala bentuk rizky, tapi tidak menemukan rizky yang lebih baik daripada sabar”. Jadi beliau meyakini bahwa rizki yang paling baik, adalah sabar. Karena di segala waktu, segala tempat, di segala keadaan, dalam keadaan mempunyai masalah, dalam keadaan senang, susah, berat, ringan dan apapun yang kita hadapi kita membutuhkan kesabaran.

Ungkapan sahabat Umar ini sebenarnya mengambil pelajaran dari gurunya yaitu Baginda Rasulullah SAW. Dalam hadist Bukhori Muslim, Rosulullah SAW menggambarkan kepada kita “Tidaklah seseorang diberikan atau di anugerahi pemberian yang nilainya lebih baik dari ibadah, dan nilainya lebih luas kebaikannya dari kesabaran”. Jadi ini rizki yang sifatnya non materi yang paling baik, dan paling luas manfaatnya. Jadi nilainya lebih baik dan kapanpun, dimanapun kita harus kita gunakan sabar itu.

Jika kita ingin tahu, batas sabar itu kapan? Rasulullah mengingatkan kepada kita, “ Sungguh kalian akan melihat setelahku nanti, perkara perkara berat akan terjadi”. Ini mengingatkan kepada generasi setelah Rasulullah termasuk kita sekarang akan terjadi perkara-perkara berat dan kita rasakan sekarang. Ketika orang-orang bermaksiat punya kumpulan maksiat, bangga dengan maksiat dan pelanggarannya atas nama HAM.  Apa sikap kita menghadapi itu? “Sabar engkau”. Jadi menyikapinya tahan diri, sabar. Sampai kapan kita sabar? “Sehingga sampai kamu akan bertemu Allah dan Rasulullah Muhammad SAW di telaga Hautdzs”. Jadi didunia tidak ada batasnya. Jadi kita pertahankan sabar itu yang tidak ada batasnya di dunia ini. Makanya jika orang terbiasa kesal memang ada batasnya. Jika orang yang terburu-buru, tidak bisa menahan diri, ya ada batasnya memang. Sampai sahabat mengatakan, “Sepertinya kita sudah tidak bisa sabar jika seperti ini”.Seperti itulah gambaranya.

Bahwa memang orang-orang yang tidak mampu pasti mengatakan sabar itu ada batasnya. Tapi orang-orang yang mengejar ganjaran dari Allah tidak boleh ada batasnya. Malaikat itu nanti di syurga masuk dari segala pintu dan kemudian ingin melihat penghuni syurga itu. “Para malaikat itu berbondong-bondong masuk syurga diberbagai pintu hanya ingin untuk mengucapkan selamat untuk penghuni syurga itu”. Mereka mengatakan “selamat kalian masuk syurga gara-gara kesabaran kamu”. “Dan ini adalah kesudahan yang terindah, ternikmat bagi orang-orang yang sabar”.

Dalam Al Qur’an surat Ar Ra’du ayat 23, “ Malaikat rebutan dari segala pintu untuk melihat para penghuni syurga dan memberikan selamat dan memberitahu rahasia yaitu gara-gara kesabaranmu sehingga masuk syurga”. Memang hanya dengan kesabaran kita bisa menahan emosi dari celaan orang, cacian orang dan fitnah orang lain. Dengan kesabaran kita menahan lapar dan dahaga. Dan menahan kata-kata kotor yang keluar, menahan emosi supaya jangan menguasai kita, itulah makna dari kesabaran. Hanya orang-orang yang sabar yang bisa berinfak, yang mampu menahan bisikan nafsunya mengatakan berinfak itu menyebabkan miskin. Hanya orang-orang yang sabar yang berjuang dengan berbagai kendala, berbagai tantangan yang berat. Pengorbanan yang besar, hanya orang orang yang sabar. Maka sabarlah, dan syurga untukmu. (S Junaidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.