Semangat Beribadah

  • Sumo

Dalam sebuah hadits dari ‘Aisyah r.a. yang diriwayat oleh Bukhori dan Muslim: Bahwa Rasulullah saw melaksanakan sholat malam sampai kedua kakinya bengkak. ‘Aisyah berkata kepada Beliau, “Ya Rasulullah, mengapa engkau beribadah sampai seperti ini. Bukankah Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang?”. Rasulullah saw bersabda,”Apakah engkau tidak suka aku menjadi hamba yang bersyukur?”Bersyukur adalah alasan yang paling dasar mengapa kita beribadah kepada Allah. Betapa banyaknya nikmat Allah yang telah kita manfaatkan dalam hidup. Bukankah itu harus kita syukur. Seandainya Allah tidak mewajibkan kita untuk beribadah kepadaNya, maka bersyukur cukup untuk menjadi alasan mengapa kita harus selalu memaksa diri beribadah kepada Allah. Sebenarnya banyak sekali alasan mengapa kita harus optimal melaksanakan ibadah kepada Allah diantaranya:

Ibadah adalah kebutuhan kita bukan kebutuhan Allah:

Dari Abu Dzar r.a. bahwa Rasulullah saw meriwayatkan tentang Allah yang berkata, “Hai hamba-hambaku sesungguhnya kalian semua tidak akan mampu memberikan bahaya kepadaKu sebagaimana kalian tidak akan mampu memberikan manfaat kepadaKu. Seandainya kamu sekali dari dahulu sampai sekarang dari golongan manusia dan jin semua dalam keadaan paling bertakwa maka itu tidak akan menambah kekuasaanku sedikitpun. Sebaliknya kalau kamu sekalian dalam keadaan paling jahat maka juga tidak akan mengurangi kekuasaan ku sedikit pun. (HR. Muslim)

Ibadah adalah makanan ruhani.

Hakekat manusia sebenarnya ada pada kehidupan ruhani yang ada dalam hati, bukan dalam bentuk fisik materi. Manusia yang hidup adalah yang hidup ruhani dan hatinya. Sementara hati dan ruhani membutuhkan Allah pada dua hal yang sangat penting—sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Taimiyah—yaitu: (1) beribadah kepada Allah dan (2) isti’anah (bersandar kepada Allah). Hati tidak akan tenteram, tidak akan tenang dan tidak akan bahagia kecuali apabila dua hal ini terpenuh.

Ibadah adalah hakekat kemerdekaan hati

Ibadah sesungguhnya memerdekakan hati dari penghambaan kepada makhluk. Memerdekaan dari keterikatan kepada selain Allah. Penghambaan adalah tabiat alamiyah setiap manusia. Maka apabila seseorang tidak menghambakan diri kepada Allah, maka dia akan menghambakan diri kepada selain Allah dan itu selain bersifat banyak. Firman Allah swt: Allah memberikan satu misal perbandingan: Seorang hamba lelaki yang dimiliki oleh beberapa orang yang berkongsi yang bertentangan tabiat dan kemahuannya; dan seorang hamba lelaki yang lain hanya dimiliki oleh seorang saja; adakah kedua-dua hamba itu sama keadaannya (Tentulah tidak sama). Ucaplah: “Alhamdulillah” (sebagai bersyukur terhadap penjelasan soal tauhid itu) bahkan kebanyakan mereka (yang musyrik) tidak mengetahui (hakikat tauhid). (QS. Az Zumar: 29)

Ibadah adalah hak Allah dan kewajiban manusia

Dalam sebuah hadits yang diriwayat Bukhori dan Muslim dari Mu’az bin Jabal bahwa beliau berkata, “Saya dibonceng Rasulullah saw diatas keledainya pada satu waktu”. Lalu Rasulullah saw bertanya,”Hai Muaz, tahu kamu apa hak Allah atas hambaNya?” Muaz berkata,”Allah dan RasulNya lebih tahu”. Rasulullah saw kemudian menjelaskan bahwa hak Allah atas hambaNya adalah mereka harus menyembahnya dan tidak menyekutukannya dengan apapun.

Mengapa kita mempunyai kewajiban terhadap Allah yang merupakan hak Allah atas kita. Karena Allah telah memberikan segalanya kepada kita untuk kehidupan kita dibuka bumi ini. Kita telah mendapatkan hak kita maka kita harus melaksanakan kewajiban kita.

Ibadah untuk mendapatkan pahala dan menghindari dosa.

Satu cara yang efektif yang dilakukan para Salafus-Sholeh untuk meningkatkan semangat beribadah adalah dengan mengingat ancaman dan azab Allah bagi siapapun yang lalai melaksanakan ibadah. Dan sebaliknya merindukan balasan Allah bagi yang beribadah kepadaNya dengan surgaNya. Mereka takut sekali terhadap azab Allah dan mereka rindu sekali terhadap Allah dan surgaNya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.