Dzikrul Maut

Saudaraku, Ketika nafas mulai tersengal. Ketika nyawa sedang meregang. Itulah saat pintu taubat ditutup untuk selamanya. Dan kita akan mulai memasuki gerbang kehidupan baru. Sementara suami/istri, anak dan keluarga serta kerabat yang menangis dan merintih disisi kita, yang sedang dalam kesedihan yang mendalam, tidak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan kita  dari jemputan Malaikat Maut. Wahai jiwa-jiwa yang lalai. Wahai hati yang keras membatu. Sudahkah kita mengetahui tempat seperti apa yang kelak kita akan tinggali? Sudahkah kita memikirkan semua itu? Sudahkah kita mempersiapkan bekal menuju perjalanan panjang itu? Lanjutkan membaca