Tahun Baru Proyek Baru

  • Sumo

Pergantian waktu adalah suatu keniscayaan hingga finishnya kehidupan. Pergantian detik, menit, jam, hari, bulan sampai tahun ke tahun hakikatnya adalah perjalanan yang baru, tidak ada putar balik atau tayang ulang. Hari ini, jam dan menit sekarang adalah makhluk baru yang tidak akan bertemu lagi selamanya. Memanfaatkan momentum yang bernilai mahal inilah kunci kesuksesan, kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.

Setiap manusia diberi jatah 24 jam dalam sehari, diberi kebebasan dan kemerdekaan untuk mengisinya. Formulanya pasti dan paten, siapa yang memanfaatkan untuk kebaikan maka hasilnya kebaikan dan kesuksesan, begitupun sebaliknya siapa yang mengisinya dengan keburukan maka hasilnya keburukan dan kegagalan. Allah memerintahkan kita untuk melakukan kebaikan dan perbaikan selama hidup ini sebagaimana misi besar para Nabi dan Rasul. Firman Allah subhanahu wata’ala yang artinya:

إِنْ أُرِيدُ إِلاَّ الإِصْلاَحَ مَا اسْتَطَعْتُ

Artinya: “Aku hanya bermaksud (melakukan) perbaikan semampuku.” (QS.Huud:88)

Kebaikan dan perbaikan adalah proyek abadi sepanjang masa dan terjamin keuntungannya karena pemilik proyeknya adalah Allah swt.

فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

Barangsiapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS.Al-An’am:48)

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya adalah orang-orang yang berbuat perbaikan.” (QS. Hud: 117)

Adapun ruang lingkup proyek perbaikan (Al-Ishlah) sebagai berikut :

A. Lingkup Pribadi : dengan target terbentuknya karakter seorang Muslim yang sempurna

  1. Salimul Aqidah (Keyakinan yang bersih; dari kesyirikan)
  2. Shahihul Ibadah (Ibadah yang benar ; Ikhlasun niyah dan Ittiba’ur Rasul)
  3. Mutsaqaful Fikry (Berwawasan luas ;Tidak jumud/beku, tidak sempit)
  4. Mujahadatun lii nafsihi (Bersungguh-sungguh dalam mengendalikan diri)
  5. Matanul Khuluq (Akhlaq yang kokoh; Akhlaqul karimah)
  6. Munadzamun fii su’unihi (Tertata dalam urusannya; professional)
  7. Qawiyul Jismi (Fisiknya sehat, kuat dan bugar)
  8. Haritsun ‘ala waqtihi (Terjaga waktunya; optimalisasi waktu untuk kebaikan)
  9. Qadirun ‘alal kasbi (Mampu mandiri dalam aspek ekonomi)
  10. Nafi’un lii ghairihi (Bermanfaat untuk orang lain)

B. Lingkup Keluarga : dengan target optimalisasi fungsi ` :

  1. Reproduksi (melahirkan keturunan yang berkualitas)
  2. Sosial (saling berinteraksi secara harmonis)
  3. Ekonomi (saling bekerjasama dalam menata ekonomi rumah tangga)
  4. Edukatif (saling asah, asih dan asuh)
  5. Protektif (menjaga dari anasir negatif)
  6. Religius (saling membantu untuk menjalankan agama)
  7. Rekreatif (menciptakan suasana mesra dan gembira)
  8. Afektif/Psikososial (menguatkan kemampuan untuk interaksi dengan lingkungan)
  9. Dakwah (menyiapkan kapasitas dan kapabilitas sebagai pendakwah)

C. Lingkup Masyarakat : dengan target optimalisasi fungsi :

  1. Edukatif (memberikan masukan, contoh dan pengajaran)
  2. Penyelamat (menjaga dari unsur perusak)
  3. Perdamaian (membuat situasi kondusif dengan menjaga kebersamaan)
  4. Sosial Kontrol (mempertahankan nilai-nilai social yang positif)
  5. Solidaritas (menguatkan rasa kepedulian dan tanggungjawab social)
  6. Tranformatif (melakukan pembaharuan kearah kebaikan dan keunggulan)
  7. Kreatif (mengembangkan inovasi yang bermanfaat)
  8. Sublimatif (menyelaraskan kehidupan jasmani rohani, dunia akhirat)

Masya Allah, ternyata proyek Allah sangat banyak dan berat. Inilah makna “Al wajibatu aktsaru minal awqat”( Kewajiban lebih banyak dari waktu yang tersedia.). Tetapi ibarat sebagai pegawai atau karyawan ada nilai yang lebih :

  1. Tetap dibayar/diberi pahala amal walaupun tidak bisa bekerja karena sakit, safar/bepergian atau uzur/kendala yang lain.
  2. Tetap mendapat gaji/pahala walaupun sudah pensiun karena sakit menahun, usia tua sampai pikun.
  3. Tetap mendapat nilai investasi/saham pahala walaupun sudah meninggal dunia.
  4. Mendapatkan kehormatan sebagaimana golongan orang yang beramal shalih : Ahli Shadaqah, Ahli Qur’an, Ahli Puasa, Ahli Dzikir, dan seterusnya.
  5. Ahli waris dan anak keturunannya akan dijaga oleh Sang Pemilik Proyek yaitu Allah sebagaimana kita telah menjaga kebaikan.

Semoga Allah memberikan pertolongan untuk bisa menjadi orang yang tidak hanya shalih (baik secara personal), tetapi juga mushlih (memperbaiki secara komunal). Maka tidak ada pilihan di Tahun Baru ini 1445 H, kecuali menggarap proyek baru, PROYEK ISHLAH. (H. Suratno/Ikadi Kab. Madiun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.