Tahun Baru

  • Sumo

Kita sudah meninggalkan tahun 2022 dan sudah memasuki tahun baru 2023. Momentum pergantian tahun bisa diambil hikmahnya. Pertama: Memanfaatkan fenomena pergantian waktu: siang-malam, hari, pekan, bulan, tahun dan seterusnya, yang merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah, untuk melakukan hal-hal yang semakin mendekatkan diri kita kepada Allah swt. seperti dengan banyak ber-tafakkur dan berdzikir mengingat pengawasan Allah swt terhadap segala prilaku kita dalam hidup ini.Kedua: Setiap orang Islam, dalam segala kondisi, situasi dan waktu, wajib senantiasa dengan bangga mempertahankan identitas keimanannya dan menunjukkan jati diri keislamannya. Oleh karenanya, hendaklah setiap keluarga muslim waspada dengan menjaga anggotanya agar tidak terbawa arus budaya yang akan menggerus akidah, melunturkan keimanan dan mengikis identitas keislaman.

Ketiga: momentum pergantian tahun bisa digunakan untuk hal-hal bermanfaat seperti untuk dijadikan sebagai terminal pengambilan ibrah dan pelajaran darinya, disamping dimanfaatksn untuk ber-muhasabah dan berinstropeksi diri. Karena setiap muslim harus selalu melakukan muhasabah diri, disamping setiap saat, juga yang bersifat harian, pekanan, bulanan, tahunan dan seterusnya. Umar bin Al Khatthab radhiyallahu ’anhu berkata: ”Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab dan timbanglah amalmu sebelum kamu ditimbang nanti dan bersiap-siaplah untuk hari menghadap yang paling besar (hari menghadap Allah)”,

Keempat: Pergantian tahun juga bisa dijadikan monen penting merenungkan apa-apa yang telah berlalu dalam hidup kita selama setahun ini. Tunjuannya minimal dua: disatu sisi untuk kita syukuri, dan disisi lain untuk kita istighfari.

Terhadap segala hal baik, positif dan konstruktif, serta beragam kenikmatan tak terhingga yang telah kita terima dan reguk dalam hidup selama setahun berlalu ini, semua itu wajib kita sykuri. Disertai harapan semoga Allah Ta’ala mempertahankannya dan bahkan menambah serta meningkatkannya bagi kita.

Sedangkan untuk segala hal buruk, negatif, destruktif, dosa dan kemaksiatan yang juga tak terhitung dalam kurun usia setahun yang lalu ini, maka kita wajib bertobat darinya dengan taubatan nashuha dan beristighfar atasnya dengan istighfar yang sejujur-jujurnya dan setulus-tulusnya. Disertai harapan semoga Allah Ta’ala menutup tahun ini bagi kita semua dengan penerimaan yang baik terhadap tobat dan istighfar kita, serta membuka lembaran tahun baru dengan taufiq perubahan dan perbaikan diri

Kelima: Dengan berakhirnya tahun 2022 dan hadirnya tahun baru 2023, berarti telah bertambah satu tahun lagi dalam usia masing-masing kita. Dan sebagai kaum beriman, itu harus kita pahami dan sikapi sebagai bertambah banyaknya nikmat umur dalam hidup yang yang akan kita pertanggung jawabkan kelak di hadapan Allah di akherat. Rasulullah saw bersabda: “ Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba dari pengadilan Allah dihari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya, dihabiskan untuk apa, tentang ilmu pengetahuannya, apa yang telah diamalkan darinya, tentang hartanya dari mana didapat dan untuk apa dibelanjakan, serta tentang raganya, untuk apa digunakan “ (HR. At-Tirmidzi).

Disisi lain bertambahnya umur juga berarti berkurangnya waktu dan kesempatan kita untuk beramal dan berkarya di dunia ini, sebagai investasi dan bekal bagi kehidupan akherat nanti, dan juga berarti waktu kita menjemput kematian yang pasti datang dan kembali ke haribaan Allah, telah semakin pendek dan dekat. Dan perenungannya adalah: Sudahkan kita benar-benar siap untuk menghadapinya?

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasyr [59]: 18).

Keenam: mari bertekad untuk menjadikan tahun baru 2023 sebagai tahun pembaruan iman, ilmu, amal, moral dan mentalitas yang lebih baik. Juga mari bertekad bersama untuk menjadikan tahun baru ini, sebagai tahun perubahan positif dan konstruktif bagi diri kita. (amj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.