Tekanan Batin Dalam Rumah Tangga

  • Sumo

Assalamu’alaikum, langsung saja, rumah tangga saya sudah berjalan 9 tahun. Tapi sikap suami yang tertutup tidak bisa berbagi cerita ke saya. Sedangkan kalau saya hal sekecil apapun selalu saya bicarakan. Tapi tanggapannya selalu datar. Masalah bermula dari konflik saya dengan mertua. Yang mengharuskan saya bekerja dan membantu ekonomi suami. Untuk membayar angsuran rumah yang mana ketika membeli rumah, suami itdak dengan diskusi dengan saya tapi dengan ibunya.

Kami gak pernah ada sesi sharing bahas tentang masa depan, karena bagi dia kayak gak penting ngalir aja. Tiap saya ajak diskusi gak didengar sibuk dengan ini itu. Semua pekerjaan rumah, saya yang kerjakan, dia cuma kebagian sapu rumah dan mandiin anak batita saja kalau pagi, itu aja di ungkit terus. Dia berangkat kerja rumah bersih makanan ada, pulang kerja rumah bersih anak-anak sudah mandi smua, gak pernah ada yang namanya perhatian secuil gitu. Tp semua yang saya kerjakan seakan kayak saya ini pembantu dia.

Jawaban: Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Salah satu kebutuhan wanita yang tidak banyak disadari laki laki adalah bahwa wanita itu membutuhkan perhatian, kasih sayang, penghargaan dan tanggapan atas keluh kesah yang dirasakannya. Butuh didengar. Dan salah satu sifat laki-laki yang tidak banyak diketahui perempuan adalah bahwa kebanyakan laki-laki itu tidak pandai mengungkapkan perasaan dan irit bicara, sehingga tidak jarang difahami bahwa laki-laki itu tidak perhatian dan cuek.

Anda dan suami anda adalah gambaran umum perempuan dan laki-laki. Karena itu upaya yang bisa anda lakukan dan suami lakukan adalah belajar memahami karakter umum laki-laki dan perempuan. Dengan saling mempelajarinya maka akan saling mengetahui sikap apa yang yang harus ditunjukkan kepada pasangannya masing-masing.

Allan dan Barbara Pease dalam bukunya: Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps menjelaska perbedaan laki-laki dan perempuan dalam berbicara:

  1. Pusat bicara laki-laki pada otaknya lebih sedikit dibandingkan dengan perempuan. Sehingga kemampuan bicara laki-laki tidak lebih baik daripada perempuan.
  2. Wanita lebih butuh bicara karena masalah berputar-putar dikepalanya.
  3. Wanita senang bicara.
  4. Laki-laki curhat tanpa suara dengan dirinya sendiri.
  5. Perempuan berpikir secara lisan.
  6. Jika perempuan berbicara maka pria merasa diomeli.
  7. Perempuan butuh bicara 20.000 kata perhari dan laki-laki hanya butuh 70.000 kata perhari. Maka ketika laki-laki tidak berkata apa-apa serta merta perempuan merasa tidak dicintai

Dengan membaca poin diatas maka maka wajar jika sering terjadi kesalah pahaman antara suami dan istri. Istri merasa diabaikan keberadaanya, tidak dianggap penting karena suami tidak atau jarang mengajaknya berbicara tentang beragam hal yang terjadi dalam keluarga, mulai masalah anak, malah kebutuhan rumah tangga, keuangan dan bahkan masalah hubungan suami istripun tidak romantis. Hal-hal yang seharusnya diketahui oleh istri dari suaminya justru diketahuinya dari orang lain atau terpaksa didapat dari mencuri informasi dari barang milik pribadinya.

Hal-hal seperti itulah yang membuat istri nyesek dan merasa dunia sempit dan menghimpit meskipun tinggal bersama di rumah dan bersama orang yang dicintainya, suami dan anak-anak.

Apa yang harus Anda lakukan untuk mencairkan suasana yang beku itu agar suasana lebih cair dan riang? sehingga suasana rumah lebih menyenangkan.

  1. Sadarilah bahwa laki-laki dan perempuan itu berbeda kebutuannya untuk berbicara. Perempuan akan membicarakan segala hal yang ada dikepalanya, sementara laki-laki memendam dalam kepalanya. Perempuan bicara sebagai cara mengusir dan meringankan masalah, sementara laki-laki merasa terintimidasi jika dipaksa menyampaikan masalahnya. Itu semua terjadi karena memang organ dan struktur otak laki-laki dan –perempuan itu berbeda.
  2. Seorang istri harus mengambil inisiatif untuk mencairkan suasana, memulai pembicaraan, karena dia lebih mampu mengawali pembicaraan daripada laki-laki. Segala hal bisa dijadikan bahan pembicaraan, perkara kecil dan tidak pentingpun bisa menjadi bahan pembiaraan. Hal ini berbeda dengan laki-laki, dia hanya memulai bicara pada hal-hal yang sangat penting saja, kurang bisa basa basi, sehingga terkesan kaku dan tertutup.
  3. Sadarilah bahwa bukan hanya suami anda yang cuek, pendiam dan tertutup. Semua laki-laki berpotensi seperti itu. Anda harus mampu mengubah kondisi itu. Jadilah anda sosok yang menggembirakan suami dan menyenangkannya. Jika itu Anda lakukan dengan baik maka Anda akan merasakan dampak baiknya. Istri yang baik adalah istri yang dapat membahagiakan suami. Rasulluh bersabda:” istri yang terbaik ialah istri yang mempesonakanmu setiap kali dipandang.” (HR. An-Nasai)

Demikian yang bisa disampaikan semoga bermanfaat. Silahkan rujuk dan baca buku Barbara diatas, untuk menambah wawasan Anda tentang laki-laki dan perbedaanya dengan perempuan. Wallahu a’lam bishowab. — Amin Syukroni, Lc

Sumber: konsultasisyariah.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.