Mengatasi Kesombongan

  • Sumo

Kesombongan (takabbur) adalah penyakit berbahaya yang bisa menyerang siapa saja. Pencegahan dan pemberantasan penyakit ini harus dilakukan dengan serius. Pengobatan intensif terhadap pengidap penyakit ini harus dilakukan dengan cermat dan seksama. Terdapat dua tahapan  utama dalam melakukan terapi penyakit takabbur, yaitu: Pencabutan akar dan pohonnya dari hati. Untuk mencabut pohon takabbur beserta akar-akarnya diperlukan dua kekuatan, yaitu dengan ilmu dan amal. Ilmu yang dibutuhkan dalam hal ini adalah ilmu tentang ma’rifatunnafsi (mengenal diri sendiri) dan ma’rifatullah (mengenal Allah). Dua pengetahuan ini akan mampu mencabut akar  dari sifat takabbur dari hati manusia. Sebab jika seseorang sudah mengenali siapa dirinya sendiri dengan pengenalan yang benar, maka ia akan sadar bahwa ia adalah ia makhluk yang selalu bergantung kepada Allah, semuanya yang dimiliki adalah pemberian dari, sehingga tidak perlu dibanggakan dan disombongkan. Tidak ada yang pantas baginya sombong kecuali tawadhu’ kepada sesama. Dan jika ia mengenali Allah dengan sebenarnya maka akan diketahuinya bahwa tidak ada yang layak untuk takabbur kecuali Allah – Allahu Akbar.

Amal yang dimaksud disini adalah sikap tawadhu’. Sikap tawadhu’ kepada sesama manusia karena Allah, dengan senantiasa meneladani akhlak orang-orang shalih sebelumnya. Sikap tawadhu’ seperti akhlak Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang makan di atas tanah  (tanpa kursi) dan mengatakan :”Sesungguhnya aku adalah hamba biasa yang  makannya seperti hamba lainnya”. Tawadhu’ tidak cukup dengan ilmu, tapi ia harus diiringi juga dengan amal. Dari itulah rukun Islam utama setelah syahadat adalah menegakkan shalat karena dalam shalat itu terdapat sekian banyak rahasia hidup dan yang terpenting adalah pembiasaan agar seorang muslim yang mendirikan shalat dengan ruku’ dan sujudnya terbiasa tawadhu’ serta tidak lagi sombong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses