Selamat Tinggal Ramadhan

  • Sumo

Saudaraku, Ramadhan yang penuh berkah dan begitu indah akan segera usai dengan meninggalkan kenangan dan kebiasaan manis. Saat-saat terakhir Ramadhan, membuat hati terasa “tak terkatakan”, seolah  akan kehilangan sahabat yang sangat dekat. Walau terasa berat, kita harus merelakan Ramadhan pergi, sebab saat ia pergi, ia akan meninggalkan timbunan pahala dan membawa pergi semua dosa juga musibah kita, sehingga kita yang lahir dalam keadaan suci, kelak akan kembali pulang dalam keadaan suci pula.

Karena itu, ikhtiarkan untuk memegang teguh kesucian diri hingga Allah berkenan memperjumpakan kita dengan Ramadhan berikutnya atau Allah memanggil kita pulang untuk kembali padaNYA. Walaupun sedih, kita harus ikhlas melepas Ramadhan dengan penuh syukur karena dengannya  kita menjadi taqwa, sehingga Allah tak pernah melihat kita dalam maksiyat dan tak kehilangan kita dalam setiap kewajiban atau kebaikan.

Perilaku yang baik usai menjalani ibadah sebulan ini adalah manifestasi  bahwa ibadah Ramadhan yang kita jalankan tak ditolak oleh Allah  dan diterimaNYA dengan penuh ridlo.  Perilaku yang dimaksud antara lain :

  1. Sabar dalam menjalankan apapun yang diperintah Allah, menjauhi apapun yang dilarang Allah, dan sabar atas takdir Allah SWT, baik yang menyenangkan atau yang menyulitkan.
  2. Pandai bersyukur dengan yang sedikit, sehingga terbiasa dengan kesederhanaan dan terjauhkan dari sifat sombong yang menjauhkan dari kebenaran.
  3. Berpegang teguh pada agama dan amanah sebagai hamba, sebagai pemimpin, sebagai makhluk sosial, sebagai bagian dari keluarga, dan yang lainnya dengan kuat hingga akhir hayat.

Kita berdoa dan berharap sepenuh hati, jika usia masih ada, maka kita bisa kembali menjumpai Ramadhan setahun kemudian dalam keadaan gembira dan penuh keimanan. Yang berusia muda tentu sangat optimis untuk bisa berjumpa dengan Ramadhan berikutnya, sedang yang berusia senja, semoga Allah berkenan memberi kan kesempatan untuk berjumpa lagi dengan beberapa Ramadhan, untuk semakin memperbanyak timbunan pahala dan semakin bisa membersihkan diri dari dosa sebersih bersihnya. Jika tidak, semoga dengan caraNYA,  Allah akan memulangkan kita bersama barokah Ramadhan, dalam keadaan husnul khotimah dan terselimuti arwah kita dengan ridloNYA.

  Ya Rahman, Jangan putuskan nikmat Ramadhan di luar bulan Ramadhan, dan tetap Istiqomahkan kami dalam iman dan taqwa hingga ajal tiba. Taqobbalallah thaa’atakum. (@msdrehem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses