Silaturrahim

Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya, yang artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad:22-23). Lanjutkan membaca

Telan Debu Saat Puasa

Pertanyaan: Saat puasa saya sering terkena was-was. Contohnya ketika setelah berwudhu/berkumur saya mengeringkan area mulut menggunakan kain berulang kali dan terkadang memasukkan kain ke dalam mulut untuk mengeringkan bagian dalamnya. Hal itu juga saya lakukan setelah mencuci tangan/piring karena takut ada air yang menyiprat ke mulut dan tertelan masuk ke mulut. Beberapa waktu lalu, saya membaca informasi bahwa menelan debu membatalkan puasa. Lalu saya kepikiran apakah kain yang saya gunakan selama ini berdebu? Lanjutkan membaca

Doa Itu Senjata dan Solusi

Saudaraku, Mengapa kita harus selalu dan terus berdoa? Doa adalah ibadah yang bermakna permohonan pertolongan seorang hamba kepada Allah. Doa bukan sekadar rangkaian kata, tetapi juga merupakan bukti kenyamanan interaksi, kedekatan, kerendahan hati serta ketergantungan manusia terhadap keagungan Allah. Doa adalah cara berkomunikasi langsung dengan Allah untuk minta ampun, mengucap syukur, memperkuat iman, membersihkan hati, dan sebuah ikhtiar manusia yang berdampak luar biasa karena bisa merubah takdir-NYA. Lanjutkan membaca

Membumikan Al Qur’an

Al-Qur’an memang luar biasa, penuh dengan keberkahan. Membacanya saja meski tanpa memahami maknanya sudah berpahala, dengan hitungan satu pahala untuk setiap hurufnya, lalu satu pahala tersebut dilipatkan menjadi sepuluh. Namun itu tidak berarti bahwa membacanya saja sudah cukup. Lebih dari sekadar membaca, kita juga harus berinteraksi secara lebih baik lagi dengan Al-Qur’an. Lanjutkan membaca

Akrab dengan Al Qur’an

Penyakit hati pada dasarnya berpangkal pada dua hal: syubhat dan syahwat. Syubhat berarti lemahnya ilmu dan pemahaman, sedangkan syahwat berarti kuatnya hasrat untuk melakukan dosa dan kemaksiatan. Dan resep jitu untuk bisa mengatasi dua hal tersebut sekaligus. Resep tersebut adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an bisa menghilangkan syubhat yang ada dalam hati kita karena ia berisi bayyinat (berbagai macam penjelasan yang terang) dan burhan (argumen-argumen yang kuat). Lanjutkan membaca

Isra’ Mi’raj Ujian Keimanan

Peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah peristiwa monumental dan spektakuler yang menjadi mukjizat akhir zaman yang penuh dengan pelajaran keagamaan yang mendalam. Momen penting ini diabadikan Allah SWT di dua tempat di dalam Al Qur’an. Pertama firman Allah SWT: ”Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS Al Israa’:1). Lanjutkan membaca

Melembutkan Hati

Saudaraku, Ketika mendengar kalimat-kalimat kasar berupa makian dan penghinaan, melihat tindak kekerasan atau kedzoliman, maka sesungguhnya “telinga hati” sedang mendengar ketakaburan, “mata hati” juga sedang menyaksikan ketakaburan. Hasilnya, “telinga hati” kesakitan, dan “mata hati” pun menangis. Bila terlalu sering telinga hati dan mata hati disakiti tanpa diobati, ia akan rusak dan sulit terbuka, mengakomodasi dan beradaptasi terhadap kebenaran. Lanjutkan membaca

Makhluq Bernama Manusia

Kita, manusia, adalah makhluq Allah yang unik dan istimewa. Kita tercipta dari dua unsur yang sungguh berbeda satu sama lain: tanah yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari langit. Terciptanya kita dari tanah menjadikan kita sebagai makhluq yang membutuhkan hal-hal yang bersifat ‘bumi’ seperti makan, minum, dan kebutuhan biologis. Sedangkan unsur ruh yang ada dalam diri kita menjadikan kita sebagai makhluq yang membutuhkan hal-hal yang bersifat ‘langit’ seperti iman, ilmu, dan semacamnya. Lanjutkan membaca

Memperhatikan Jiwa

Saudaraku, Bercermin beberapa kali sehari sepertinya itu menjadi kebutuhan kita semua. Tentu kita bercermin untuk melihat secara seksama apa yang perlu kita bersihkan di wajah, dan apa yang perlu kita rapikan di pakaian. Bercermin untuk jiwa sungguh jauh lebih penting. Memperhatikan dengan teliti apa yang perlu dibersihkan dari jiwa, apa yang perlu dirapikan dalam jiwa, bahkan apa yang perlu diterapi dalam jiwa. Rata-rata disaat kita sakit di fisik cepat terasa dan cepat diobati. Gangguan penyakit di jiwa, kelemahan-kelemahan jiwa, kotoran-kotoran jiwa, sulit cepat diobati, karena tidak terasa. Lanjutkan membaca

Bahaya Virus Hasad

Kita perlu menyadari adanya virus spiritual yang sangat berbahaya dan mematikan, baik bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Virus itu adalah al-hasad – iri dan dengki. Jika wabah fisik seperti Covid-19 bisa membawa pahala bagi yang sabar, maka hasad hanya akan membawa keburukan dan kehancuran tanpa meninggalkan sedikitpun kebaikan. Rasulullah ﷺ telah mengingatkan kita tentang bahaya mematikan dari penyakit hasad ini dalam sabdanya: “Hati-hatilah kalian dari hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud No. 4903) Lanjutkan membaca