Yang Dirindukan Surga

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makan (kepada orang yang membutuhkannya), bergaullah dengan penuh kelembutan dan shalatlah kalian di saat manusia tertidur , maka kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi). Dalam hadits ini Rasulullah saw menginformasikan kepada kita bahwa surga itu menanti kedatangan hamba Allah yang mampu menjalankan empat hal. Lanjutkan membaca

Dinamika Iman

Makna iman dalam persepektif Islam bukanlah sekedar percaya melainkan harus melingkupi tiga aspek yang kesemuanya ada pada manusia yakni qolb (hati), lisan dan amal shaleh. Artinya seseorang yang beriman harus meyakini dalam hatinya dengan sesungguh-sungguhnya tentang semua hal yang harus diyakininya. Kemudian menjelaskan dengan lisannya sebagai sebuah pernyataan keimanan yang membawa konsekuensi-konsekuensi tertentu. Dan akhirnya dijabarkan dan dibuktikan secara kongkrit dalam amal perbuatannya. Tidak bisa dikatakan beriman seseorang, bila ia tidak memenuhi tiga kriteria kelengkapan iman tersebut. Lanjutkan membaca

Bila Mencintai-Mu

Diriwayatkan dari Suhaib ar-Rumi, ia bertutur bahwa Rasulullah saw. bersabda:“Ketika penghuni sorga sudah masuk, Allah bertanya, ‘Apakah kalian menginginkan sesuatu? (Bila ingin) pasti akan kuberi lebih.’ Mereka menjawab: ‘Bukankah Engkau telah mencerahkan wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam sorga dan menyelamatkan kami dari neraka?’ Setelah itu, hijab penutup wajah Allah disingkap. Maka tidak ada suatu anugerah apa pun yang lebih mereka cintai selain memandang wajah Allah Azza wa Jalla. Lalu Rasulullah membaca ayat: “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada balasan yang terbaik (sorga) dan tambahannya (QS. Yunus: 26). Lanjutkan membaca

Balasan bagi yang Sabar

Sabar adalah akhlak yang paling banyak diulang penyebutannya di dalam al-Qur’an. Berarti sabar bukanlah masalah sekunder atau pelengkap, tetapi merupakan masalah primer yang dibutuhkan manusia untuk meningkatkan  kwalitas material dan moralnya demi menggapai kebahagiaan. Tidak akan pernah tercapai kebahagiaan, kemenangan  di dunia dan akhirat kecuali dengan kesabaran. Karena itu beberapa hal penting yang didapatkan orang-orang yang sabar: Lanjutkan membaca

Hidayah Al Qur’an

Al Qur’an adalah Kalamullah yang diturunkan kepada nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dan membacanya adalah ibadah. Kurun waktu turunnya Al Qur’an selama 23 tahun sejak diangkatnya Nabi Muhammad saw pada usia 40 tahun hingga wafatnya beliau pada usia 63 tahun. Al Qur’an merupakan sumber utama dan pertama bagi kaum muslimin, di dalamnya terdapat segala hal tentang petunjuk kehidupan sebagaimana salah satu firman Allah yang artinya; Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (QS.An Nahl:89). Lanjutkan membaca

Pintu-Pintu Kebaikan

Dari Abu Dzar radhiyallah ‘anhu, bahwasanya orang-orang dari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang menemui beliau. Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memiliki banyak pahala, mereka shalat seperti kami; mereka puasa seperti kami; dan mereka bersedekah dengan harta mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Bukankah Allah telah menjadikan sesuatu bagi kalian untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, dan setiap tahlil adalah sedekah. Perintah kepada kebaikan adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dalam jima’ kamu pun ada sedekahnya”. Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, apakah jika seseorang melampiaskan syahwatnya kepada isterinya bisa mendapat pahala?” Rasul berkata: “Bagaimana menurutmu jika disalurkan kepada yang haram, apakah dia berdosa? Begitu pula jika dia disalurkan pada yang halal dia akan mendapat pahala.” (HR. Muslim) Lanjutkan membaca

Tiga Kenikmatan Hidup

Setiap manusia, apalagi sebagai muslim kita tentu mendambakan kehidupan yang menyenangkan di dunia ini, bahkan kalau perlu seolah-olah dunia ini menjadi milik kita. Untuk bisa merasakan kehikmatan hidup di dunia ini, ada tiga perkara yang harus dicapai oleh seorang muslim, hal ini disebutkan dalam hadits Nabi shalallahu alaihi wasallam: Barangsiapa yang di pagi hari sehat badannya, tenang jiwanya dan dia mempunyai makanan di hari itu, maka seolah-olah dunia ini dikaruniakan kepadanya (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah). Lanjutkan membaca

Hak Sesama Muslim

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam menggambarkan hubungan sosial orang-orang beriman bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan. (Muttafaq ‘alaih). Dalam kesempatan lain Rasulullah saw menggambarkan kasih sayang, dan tenggang rasa sesama mu’min bagaikan satu tubuh, yang jika ada salah satu bagian yang sakit maka sekujur tubuh akan ikut bersimpati dengan panas dan berjaga (Muttafaq ‘alaih). Lanjutkan membaca

Reuni Akbar di Surga

Bagaimana sih rasanya menanggung derita rindu? Yang punya anak jauh dari rumah tentu pernah merasakannya, betapa rindunya hati untuk bisa bertemu walaupun via suara atau video call. Bahkan seminggu rasanya lama sekali kalau tidak teleponan. Mari membayangkan dengan hati yang terdalam, betapa rindunya orang tua dan kakek nenek kita di alam sana, menunggu sekian lama, bertahun-tahun, ribuan bahkan bisa jutaan tahun  untuk bertemu dengan anak dan cucu-cucunya. Lanjutkan membaca

Berkata Baik atau Diam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Beliau bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka haruslah ia berkata yang baik, atau diam..” (penggalan hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim). Hadits ini merupakan salah satu hadits yang pualing berat sekali pengamalannya! Berbicara atau berkata-kata hanya saat yakin bahwa, pembicaraan atau perkataan yang diucapkan atau dituliskan memang benar-benar baik dari berbagai sisi? Sungguh-sungguh sangat tidak mudah. Lanjutkan membaca