Membaca Ayat Qauliyah Dan Kauniyah

Allah subhanahu wata’ala telah menyediakan untuk kita dua jenis ayat. Yang pertama, ayat qauliyah, yaitu ayat-ayat yang Allah firmankan dalam kitab-kitab-Nya. Al-Qur’an adalah ayat qauliyah. Yang kedua, ayat kauniyah, yaitu ayat-ayat dalam bentuk segala ciptaan Allah berupa alam semesta dan semua yang ada didalamnya. Ayat-ayat ini meliputi segala macam ciptaan Allah, baik itu yang kecil (mikrokosmos) ataupun yang besar (makrokosmos). Lanjutkan membaca

Berbuat Dosa

Islam mengajarkan agar manusia selalu bertaqwa dengan melaksanakan perintah Allah subhanahu wata’ala dan meninggalkan larangan Allah subhanahu wata’ala. Tetapi kemudian dia masih berbuat dosa karena kelemahannya, maka Allah memberikan jalan-jalan penghapus dosa dari mulai istighfar sampai kepada taubat nasuha. Rasulullah shalallahu alaihi wassallam bersabda : “Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik pembuat dosa adalah mereka yang bertaubat”. (HR.Tirmidzi). Lanjutkan membaca

Beriman Kepada Al Qur’an

Beriman atau percaya kepada Kitab-Kitab yang telah diturunkan oleh Allah subhanahu wata’ala adalah bagian dari rukun iman. Al-Qur’an adalah Kalamullah (Firman Allah) yang diturunkan – melalui malaikat Jibril alaihissalam – kepada Nabi dan Rasul terakhir, Muhammad bin Abdillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang merupakan kitab mukjizat, yang diriwayatkan secara mutawatir, yang mana membacanya merupakan ibadah. Lanjutkan membaca

Jangan Berbuat Dzolim

Nilai-nilai Islam yang agung nan suci sangat tidak sejalan dengan perbuatan zholim. Karena kezholiman adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, Yang menciptakan seluruh makhluk, telah mengharamkan perbuatan zholim atas diri-Nya. Sebagaimana diterangkan dalam hadits qudsi, Allah berfirman,“Wahai segenap hambaku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan perbuatan zholim atas diri-Ku dan Aku telah menjadikan hal tersebut sebagai perkara yang haram antara sesama kalian, maka janganlah kalian saling menzholimi.” (HR. Muslim) Lanjutkan membaca

Membaca Surat Al Ikhlas

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seseorang untuk menjadi komandan dalam sebuah ekspedisi perang. Setiap kali sang komandan tersebut menjadi imam sholat, dia menutup bacaannya dengan Qul huwallahu ahad (QS Al-Ikhlash). Ketika kembali, para sahabat yang menyertainya menyampaikan hal tersebut kepada Nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Nabi bersabda,”Tanyakan kepadanya mengapa ia melakukan hal itu!” Lanjutkan membaca

Balasan Keikhlasan

Ikhlas adalah sebuah kata yang indah yang gampang diucapkan, tetapi perlu keteguhan hati serta riyadoh yang terus menerus untuk dapat melaksanakannya. Ikhlas inilah yang memberikan warna, nilai, dan bobot bagi sebuah amal. Seperti di riwayatkan dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 27, kisah putra nabi Adam as. Qabil dan Habil sama-sama mempersembahkan qurban, tapi hanya qurban Habil yang diterima Allah karena Habil mempersembahkan qurbannya dengan didasari ikhlas dalam hati. Lanjutkan membaca

Durhaka Kepada Orangtua

Durhaka kepada kedua orangtua termasuk dosa besar. Kedua orangtua memiliki jasa yang luar biasa kepada anaknya, mulai anak dalam kandungan sampai anak itu dewasa. Allâh Azza wa Jalla memberitakan sebagian jasa tersebut dalam firman-Nya: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. (QS. al-Ahqâf:15) Lanjutkan membaca

Waspadai Perasaan Dengki

Perasaan dengki adalah perasaan tidak suka dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain. Bukanlah definisi yang tepat untuk sifat dengki ini adalah mengharapkan hilangnya nikmat Allah dari orang lain. Bahkan semata-mata perasaan tidak suka dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain itu sudah terhitung dengki baik diiringi harapan agar nikmat tersebut hilang ataupun sekedar merasa tidak suka. Lanjutkan membaca

Membersihkan Jiwa

Manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala dalam dua dimensi jiwa. Ia memiliki karakter, potensi, orientasi dan kecenderungan yang sama untuk melakukan hal-hal positif dan negatif. Inilah salah satu ciri spesifik manusia yang membedakannya dari makhluk-makhluk lainnya. Sehingga manusia dikatakan sebagai makhluk alternatif, artinya ia bisa menjadi baik dan tinggi derajatnya di hadapan Allah. Sebaliknya, ia pun bisa menjadi jahat dan jatuh terperosok pada posisi yang rendah dan buruk. Lanjutkan membaca

Membentuk Akhlaqul Karimah

Pendidkan dalam Islam bertujuan menumbuhkan keseimbangan pada kepribadian manusia. Sedangkan tujuan akhir dari pendidikan Islam adalah perwujudan penyerahan mutlak kepada Alloh, pada tingkat individual, masyarakat dan kemanusiaan pada umumnya. Oleh karena itu Islam memandang, kegiatan pendidikan merupakan satu-kesatuan integral yang melibatkan seluruh aspek kehidupan manusia. Ia harus berjalan harmoni dan seimbang serta menjadi tanggung jawab manusia secara keseluruhan dalam melahirkan kehidupan yang sehat, bersih dan benar (Islam). Lanjutkan membaca