Karena Ramadhan Kita Menjadi Istimewa

  • Sumo

Saudaraku, Jika sisa usia masih ada, maka besok kita akan bersama sama menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Betapa beruntungnya siapapun yang diperjumpakan Allah dengan Ramadhan dan betapa beruntungnya siapapun yang diberi Allah rasa bahagia, sehingga  bersemangat untuk mengisi penuh Ramadhannya dengan ibadah pada-NYA. Sangat memalukan sekali, sebab selama setahun, terlalu menumpuk ma’siyat dan pembangkangan yang kita lakukan pada Allah yang Maha Rahman, tetapi Allah masih berkenan memperjumpakan kita dengan Ramadhan mulia untuk menghapus tumpukan dosa dan merubahnya menjadi gunungan pahala.

Tak semua hamba beruntung dipilih Allah untuk menjadi pemuja-NYA di bulan Ramadhan. Tak sedikit hamba yang memilih meremehkan bahkan membangkang-NYA dengan cara abai atau merasa biasa saja pada turunnya Ramadhan beserta kewajiban penyertanya. Padahal surgapun berhias, neraka takut lalu pintunya menutup dan setan terbelenggu, maka sudah semestinya selama sebulan penuh, kita bagai malaikat atau bidadari yang berjalan di bumi tanpa hawa nafsu sama sekali, hanya sangat berminat pada ibadah dan tak bisa membangkangi Allah sedikitpun.

Kita menjadi manusia istimewa dan mulia karena Ramadhan, tetapi ingatlah bahwa waktu Ramadhan hanya sebulan yang sangat singkat, sehingga keistimewaan kita juga berlangsung secara cepat berlalu. Rugilah yang tak pandai memanfaatkan peluang sehingga ditinggal begitu saja oleh Ramadhan, sebab kita hanyalah kosong melompong dan tak ada “isi”nya tanpa Ramadhan. Tersebab kasih sayang-Nya, kita hamba lemah yang terbiasa bergelimang dosa menjadi sebersih malaikat dan semurni bidadari, karena seluruh dosa dihapus dan curahan pahala ditubikan.

Sungguh, siapapun yang meremehkan Ramadhan, hakekatnya sedang meremehkan dirinya sendiri dan menjadi terhukum dalam penjara kehinaan karena kehilangan kemampuan untuk memuliakan Allah. Ya Rahman.., Jadikan kami hamba-MU yang istimewa karena telah Engkau pilih untuk selalu meramadhankan seluruh sisa hidup yang Engkau beri. Ya Rahiem.., Semoga pula Engkau selalu menemukan kami di setiap kebaikan yang Engkau wajibkan, dan selalu kehilangan kami di setiap apapun yang tidak Engkau halalkan (@msdrehem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses