Melembutkan Hati

  • Sumo

Saudaraku, Ketika mendengar kalimat-kalimat kasar berupa makian dan penghinaan, melihat tindak kekerasan atau kedzoliman, maka sesungguhnya “telinga hati” sedang mendengar ketakaburan, “mata hati” juga sedang menyaksikan ketakaburan. Hasilnya, “telinga hati” kesakitan, dan “mata hati” pun menangis. Bila terlalu sering telinga hati dan mata hati disakiti tanpa diobati, ia akan rusak dan sulit terbuka, mengakomodasi dan beradaptasi terhadap kebenaran.

Lihatlah mereka yang menolak ajakan untuk berlemah lembut dan berkasih sayang. Lihatlah mereka yang enggan dan kesulitan bertatakrama. Lihatlah mereka yang mudah berprasangka buruk atau memandang buruk orang lain. Maka semua itu karena telinga hati dan mata hati mereka terlalu lama menderita dan sama sekali tak diobati. Selamatkan telinga hati dan mata hati kita dengan banyak mendengar dan melihat kelembutan. Jauhi tontonan apalagi ikut menyebar kekerasan, agar diri kita menjadi waras karena terkondisikan dan terbiasa dengan kelembutan

Terapi diri dengan lebih banyak berkumpul bersama orang orang yang  berhati bersih dan selalu mengekpresikan kemuliaan. Latih dan paksa diri untuk bersedekah harta, tenaga, ilmu dan empati, bahkan banyak berkumpul dengan orang orang faqir (kekurangan) sebagaimana dicontohkan Nabi bersama “Ahlus Suffah”, agar tak mudah kita mengeluh, banyak bersyukur dan tak sombong. Yang lebih penting adalah mengobati kekerasan hati dengan banyak tilawah, karena Al- Qur’an adalah obat paling efektif bagi orang dengan indikasi terserang penyakit keras hati agar menjadi lembut dan tawadhu’.

Allah subhanahu wata’ata berfirman: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…”. (QS. Al-Isra’: 82). Allah subhanahu wata’ata berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus : 57). Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya ketenangan itu turun karena Al-Qur’an.” (HR.Bukhari – Muslim)

Dengan demikian, jangan pernah melewati satu haripun tanpa tilawah, sedekah dan berkumpul bersama orang yang baik hati. Ya Rahman, Karibkan kami dengan Al-Qur’an selama kami hidup, hingga jiwa raga kami tak mati, kubur kami benderang dengan sinarnya, dan jadikan Al -Qur’an di hadapanMU  menjadi pembela yang memberi syafaat pada kami. Aamiin (@msdrehem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses