Saudaraku, Dalam hidup, kita membutuhkan banyak kawan yang baik. Kawan yang baik akan membantu kita dalam suka dan duka. Ia laksana cermin jernih bagi kepribadian kita, karena kawan yang baik akan mengingatkan kekurangan kita dan menguatkan kelebihan kita. Semakin banyak kawan baik kita, semakin besar dukungan dan kebahagiaan, semakin besar peluang kesuksesan, dan semakin tinggi kemuliaan kita.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam “Sesungguhnya saudara yang sejati adalah ketika saudaramu menghadapi kesulitan dan kesusahan, kamu merasakannya seperti kamu sendiri. Dan apabila saudaramu meraih kebahagiaan dan keberuntungan, kamu ikut merasakannya juga seolah-olah kamu sendiri.” (HR. Bukhari, Muslim)
Kawan yang baik adalah, yang bersamanya kita bertemu karena Allah dan berpisah juga karena Allah pula, maka kelak di hari kiamat yang sangat panas, akan memastikan turunnya naungan dan keteduhan dari Allah. Perlakukan, petakan atau kelola kawan sesuai dengan keadaannya untuk mengabadikan kebersamaan.
Adapun Musuh, mereka adalah orang yang memendam kebencian kepada kita, bahagia pada kedukaan kita, marah pada keberuntungan kita dan selalu ingin mencelakakan atau menjatuhkan kita dan kawan kita di dunia dan di akhirat. Banyak yang memusuhi kita karena:
- Termakan fitnah hingga berfikir salah tentang diri kita,
- Menginginkan keseragaman dalam berfikir atau bersikap,
- Karena dendam dan dengki, lalu hanya dengan mendengar sebutan nama saja, mereka sudah tak tahan dan amarahnya meluap.
Musuh harus diwaspadai dan dirubah menjadi kawan. Kalau kita sudah berusaha secara maksimal untuk merubah musuh menjadi kawan, tetapi tidak berhasil maka sebaiknya musuh tersebut harus dijauhi dan terus diwaspadai. Berhati hatilah dengan musuh dalam selimut, karena mereka adalah orang yang dekat dengan kita bahkan selalu kita perlakukan dengan sangat baik, tetapi dalam diam, mereka mengkhianati dan menginginkan kecelakaan atas kita.
Berhati hatilah, tersebab kebodohan, terkadang orang yang baik pada kita, justru kita tuduh dan kita perlakukan dengan keji. Kawan yang baik harus dijaga, disilaturrahimi, dibantu, dikuatkan, ditambah bahkan diperbanyak. Jangan merusak kepercayaan orang lain pada diri kita dan jangan hanya karena amarah sesaat lalu kita putuskan untuk menjadikan orang lain sebagai musuh.
Pada hakikatnya, persahabatan dalam Islam bukan hanya sebatas hubungan sosial, tetapi juga merupakan sarana untuk memperoleh keberkahan di dunia dan akhirat. Karena itu, jauhi permusuhan dan lapangkan hati untuk menjalin perkawanan. Ya Rahman, Jauhkan kami dari tipu daya orang jahat, mudahkan kami untuk menjalin perkawanan yang mendalam dengan orang orang baik dan jangan jadikan kami mudah merusak perkawanan tersebab ego dan kebodohan kami. Aamiin.(@msdrehem)