Merdeka

Saudaraku, di atas konteks kebangsaan, maka merdeka adalah sebuah kondisi yang di dalamnya sama sekali tak ada belenggu penjajahan pada: hati, pemikiran, dan raga kita. Jangan mengira bahwa diri sedang merdeka dan secara emosional sedang ingin menjadi pahlawan yang bisa memerdekakan nasib buruk orang lain manakala diri sendiri sedang terjajah secara hati, secara pemikiran atau secara fisik. Allah menetapkan manusia sebagai “Abdun” atau hamba, dengan ciri pengabdian hanya padaNYA, justru untuk menyelamatkan atau memerdekakan manusia dari 3 jenis pemenjaraan di atas. Lanjutkan membaca

Berdagang yang tidak Merugi

Di rumah Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu ada 5 orang, yaitu: Ali, Fatimah, Hasan, Husen dan Harits. Di dalam sebuah Al Kisah diceritakan bahwa selama 3 hari mereka ber lima tidak mendapatkan makanan. Pada saat seperti itu, Sayyidah Fatimah ra. mempunyai Izar (selendang), kemudian Sayyidah Fatimah menyerahkan selendang itu kepada suaminya  agar menjualnya. Kemudian Ali menjualnya dengan harga 6 Dirham dan mensedekahkan uang itu kepada fakir miskin. Lanjutkan membaca

Nazar

Pertanyaan: jika seseorang bernazar akan membayar beberapa juta setiap mendengar musik lalu dia bernazar lagi jika tak mampu dia akan membayar kafarat setiap mendengar musik. Pertanyaannya: apakah boleh membatalkan dua nazar itu dengan dua kafarat saja karena merasa berat? apakah mengucapkan nazar dengan menggerakkan lidah dan bibir tanpa suara juga sah?

Lanjutkan membaca

Jangan Lupa Bahagia

Saudaraku, Bahagia itu di hati. Bahagia bukan di mata, bukan di telinga, bukan di harta, bukan di rumah, bukan di kendaraan, dan bukan diposisi atau jabatan. Bahagia juga bukan di istri, bukan di suami, bukan di anak, bukan di hotel, dan bukan di tempat rekreasi, di dalam atau di luar negeri. Bahagia itu di hati. Hati itu dikuasai oleh Khaliqnya yang memberikan rasa pada hati. Lanjutkan membaca

Muhasabah

Muhasabah atau menghisab, menghitung atau mengkalkulasi diri adalah satu upaya bersiap-siaga menghadapi dan mengantisipasi yaumal hisab (hari perhitungan) yang sangat dahsyat di akhirat kelak. Allah subhanahu wta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri, memperhatikan bekal apa yang dipersiapkannya untuk hari esok (kiamat). Bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.(QS. Al Hasyr:18). Lanjutkan membaca

Tadabbur Surat Al Fajr

Surat Al-Fajr adalah surat ke-89 dalam Al-Qur’an, termasuk surat Makkiyah, karena diantara ciri-cirinya selain karena diturunkan sebelum Nabi Hjirah ke Madinah adalah  ayat-ayatnya juga pendek-pendek. Surat ini mengandung sumpah-sumpah Allah tentang waktu Fajar, sepuluh Malam Istimewa, serta Fenomena Ganjil dan Genap sebagai tanda kebesaran-Nya. Allah mengisahkan kehancuran kaum ‘Aad, Tsamud, dan Fir’aun yang dihancurkan karena kesombongan dan kezaliman mereka, serta mengingatkan bahwa kekayaan dan kemiskinan hanyalah ujian, bukan tanda kemuliaan atau kehinaan. Lanjutkan membaca

Mendekat kepada Allah

Allah subhanahu wata’ala berfirman: “(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu masih berupa janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa”.(QS. An Najm, 53:32) Lanjutkan membaca

Hidup Adalah Amal Shalih

Saudaraku, Jika Allah mencintai seorang hamba, maka dijadikan dalam pandangan hamba tersebut, tiada aktivitas yang paling menyenangkan kecuali beramal shalih. Maka, undanglah cinta Allah SWT, dengan rajin menciptakan peluang serta rajin beramal shalih. Jangan menjadi menyesal karena telah menyiakan hidup dengan tak peduli pada penciptaan peluang dan ruang untuk menjadi orang shalih dengan beramal shalih. Waktu yang lewat tak akan pernah kembali, karena kita tak mengenal reingkarnasi, yang membuka peluang berulang untuk melakukan amal shalih. Lanjutkan membaca

Rezeki Seret

Pertanyaan:  Saya ijin tanya apa benar kalo rezeki suami seret itu karna perilaku atau akhlak istri yang buruk, dan mertuanya di musuhi karna pernah ada konflik, bahkan anaknya dilarang untuk main kerumah kakeknya kadang Masalah kecil sama suami selalu dibesar besarkan dan suaminya itu sabar meski setiap bertengkar istri minta pisah karna suami kasian sama anak anak takut jadi korban, minta solusinya ustadz Lanjutkan membaca

Belajar Bersabar

Sabar berarti menahan nafsu dari letupan-letupan emosi  yang bisa mengarah pada banyak kesalahan, menghalangi fisik dari hal-hal di luar kontrol, serta tenang dalam menghadapi ujian. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa sabar itu adalah menerima ujian dengan etika dan sikap yang baik. Ada juga yang menerangkan bahwa sabar adalah orang yang menghadapi ujian tanpa mengeluh. Sementara Imam Junaid menjawab ketika ditanya tentang pengertian sabar, ”Sabar ialah ketika seseorang ditimpa kepedihan tetapi tidak cemberut.” Lanjutkan membaca