Ujian yang Menentukan

Dinamika kehidupan di dunia sering membuat manusia lalai mengingat kematian. Berapa kali dalam suatu waktu beberpa orang dijemput kematian? Pasti tidak hanya sekali dua kali. Apalagi kalau kita sering membaca atau menonton berita kecelakaan, seolah-olah kematian seseorang begitu datang tiba-tiba. Kita tahu sendiri bahwa kematian tidak hanya mendatangi mereka yang sudah uzur tetapi juga mereka yang masih muda. Mestinya, kenyataan ini membuat kita senantiasa eling. Tetapi kenyataannya, kita lebih sering lalai Lanjutkan membaca

Ramadhan & Pendidikan Anak

“Bu, aku hari ini setengah saja ya?” pinta seorang anak dengan merengek-rengek kepada ibunya. “Ya, nggak apa-apalah. Tapi mulai besok harus penuh lho ya. Atau paling tidak tiga perempatlah,” jawab ibunya di tengah-tengah kesibukannya memasak untuk buka puasa sore harinya. Ibunya memaksa dia harus berpuasa, karena bulan ini adalah bulan Ramadhan. Tapi dasar anak-anak. Dia belum bisa memahami dengan sempurna bahwa puasa adalah sebuah ibadah yang amat penting, amat istimewa, dan penuh dengan berbagai keutamaan. Tahunya, semua orang muslim di bulan ini harus puasa. Itu saja. Dan ibunya menyuruhnya ikut puasa sehingga meskipun berat harus puasa juga. Lanjutkan membaca

Totalitas dalam Berpuasa

Alhamdulillah, kita sekarang sudah memasuki hari kedua bulan Ramadhan. Kemarin kita, terutama yang tidak pernah berpuasa sunnah, barangkali masih kaget karena seharian penuh tidak boleh makan atau minum. Badan pun akhirnya menjadi lemas dan walhasil kerja pun tidak semangat. Namun memasuki hari yang kedua ini, insyaallah badan kita sudah mampu beradaptasi sehingga tetap fit meski seharian tidak makan dan tidak minum. Lanjutkan membaca

Selamat Datang Ramadhan

Penantian panjang datangnya bulan Ramadhan kini telah terwujud. Karenanya kita harus benar-benar menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Rasulullah saja, menurut riwayat, sudah menunggu-nunggu dan bersiap-siap akan datangnya Ramadhan sejak enam bulan sebelum Ramadhan benar-benar tiba. Dan ketika sampai pada dua bulan menjelang Ramadhan, yakni ketika memasuki bulan Rajab, beliau berdoa,”Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban. Dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.” Begitulah Rasulullah, panutan kita, menyikapi bulan Ramadhan dengan penuh harap. Lanjutkan membaca

Silaturrahim

Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya, yang artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad:22-23). Lanjutkan membaca

Akrab dengan Al Qur’an

Penyakit hati pada dasarnya berpangkal pada dua hal: syubhat dan syahwat. Syubhat berarti lemahnya ilmu dan pemahaman, sedangkan syahwat berarti kuatnya hasrat untuk melakukan dosa dan kemaksiatan. Dan resep jitu untuk bisa mengatasi dua hal tersebut sekaligus. Resep tersebut adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an bisa menghilangkan syubhat yang ada dalam hati kita karena ia berisi bayyinat (berbagai macam penjelasan yang terang) dan burhan (argumen-argumen yang kuat). Lanjutkan membaca

Makhluq Bernama Manusia

Kita, manusia, adalah makhluq Allah yang unik dan istimewa. Kita tercipta dari dua unsur yang sungguh berbeda satu sama lain: tanah yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari langit. Terciptanya kita dari tanah menjadikan kita sebagai makhluq yang membutuhkan hal-hal yang bersifat ‘bumi’ seperti makan, minum, dan kebutuhan biologis. Sedangkan unsur ruh yang ada dalam diri kita menjadikan kita sebagai makhluq yang membutuhkan hal-hal yang bersifat ‘langit’ seperti iman, ilmu, dan semacamnya. Lanjutkan membaca

Ibadah yang Diterima

Ibadah mencakup seluruh kehidupan. Dengan tegas Allah subhanahu wata’ala memastikan bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepadaNya, Sebagaimana firman Allah subhanahu wta’ala: Tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu (QS. Adz-Dzariat:56). Keberadaan manusia di bumi ini untuk ibadah, maka kehidupan ini bagi manusia adalah ibadah. Oleh karenanya semestinya manusia harus menjadikan seluruh hidupnya dalam rangka beribadah kepada Allah. Lanjutkan membaca

Jujur Pondasi Sucinya Jiwa

Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama-sama orang yang benar” (QS. At Taubah: 199)” Sidik (Benar) adalah kesesuaian antara ucapan dengan hati nurani dan prilaku secara terpadu. Kesesuain ketiga komponen tersebut melahirkan sidik yang sempurna, apabila kurang salah satunya yang ada hanya ucapan dan niat di hatinya sidiknya masih relatif, apabila niat dan ucapannya benar lalu perilakunya bertolak belakang berarti pada orang tersebut aaa sifat sidik dan kazab (dusta). Lanjutkan membaca

Menjaga Lima Pondasi

Ada Lima kaidah kehidupan yang wajib dijaga, yaitu: Menjaga Agama, Menjaga jiwa, Menjaga Kehormatan dan keturunan, Menjaga Harta dan Menjaga akal.  Dalam rangka menjaga agama kita diwajibkan untuk menjaga institusi agama, menjaga rukun iman dan rukun islam, menjaga al Qur’an, menjaga enjaga perjuangan fi Sabilillah. Dalam rangka menjaga jiwa kita diharamkan untuk membunuh jiwa yang tidak bersalah, maka di tegakkanlah hukum untuk melestarikan kehidupan dan untuk menjaga hak hak asasi manusia. Lanjutkan membaca