Dahsyatnya Bulan Sya’ban

  • Sumo

Saudaraku, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: malam Nisfu Sya’ban, Allah mengawasi seluruh makhlukNYA dan mengampuni seluruh makhlukNYA kecuali seseorang yang menyekutukan Allah dan seseorang yang bermusuhan. (HR Thabrani dan Ibnu Hibban di dalam Sahihnya). Sya’ban adalah bulan yang diapit oleh Rajab dan Ramadhan dan merupakan bulan ke 8 dalam kalender Hijriyah, yang memiliki sangat banyak keutamaan. Pada separuh bulan tersebut, ada moment dimana amal amal hamba diangkat untuk dilaporkan pada Allah subhanahu wata’ala.

Rasulullah SAW bersabda : “Sya’ban itu bulan antara Rajab dan Ramadhan. Bulan ini banyak diabaikan oleh umat manusia, padahal dalam bulan ini ( sya’ban ) amal-amal hamba itu diangkat (dilaporkan) kepada Tuhan alam semesta. Aku ingin amalku diangkat (dilaporkan) kepada Allah sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR Nasai)  Sya’ban adalah bulan tauhid yang penuh tuntutan pada hamba untuk beribadah secara murni hanya padaNYA dan hanya karenaNYA. Allah sama sekali tidak mentoleransi segala bentuk pembangkangan terutama kesyirikan.  Sya’ban adalah salah satu bulan damai, dimana hambaNYA dilarang untuk melakukan perang.

Dengan demikian, jika dalam bulan Sya’ban yang damai kita berani berseteru dan dipenuhi kebencian terutama pada keluarga dekat, maka gagallah kita untuk berkasih sayang di bulan lain. Sya’ban merupakan waktu yang sangat tepat untuk meningkatkan ibadah sebagai persiapan spiritual menyambut Ramadhan, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, dimana Rasul memperbanyak puasa sunnah (Al Hadist). Siapapun yang mengabaikan persiapan menuju Ramadhan dengan tidak memaksimalkan ibadah Sya’ban, maka akan kehilangan “rasa Ramadhan” dan “energi Ramadhan” dalam menjalani ibadah, hingga berakibat kerugian serta kegagalan untuk sampai pada tujuan Ramadhan.  Amalan apa yang harus dilakukan pada bulan Sya’ban?

  1. Puasa Sunnah. Upayakan agar amal kita diangkat (dilaporkan) kepada Allah sedangkan kita dalam keadaan berpuasa. Aisyah RA, ia berkata: “Tidak pernah aku melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa satu bulan penuh selain di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa selain di bulan Syaban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  2. Meningkatkan Istighfar karena di bulan Sya’ban Allah SWT, sangat mudah memberi ampunan pada hambaNYA. Dari sahabat Abu Musa Radhiyallahu ‘Anhu, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Sesungguhnya Allah Ta’ala melihat pada malam Nisfu Sya’ban, lalu mengampuni semua makhluk-NYA kecuali orang musyrik dan orang yang ada kebencian”. (HR. Ibnu Majah nomer 1380 dan dinyatakan “hasan” oleh para ulama)
  3. Memperbanyak Tilawah Al Qur’an untuk memberi ketenangan dan menguatkan hati.
  4. Bersedekah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Sya’ban agar tangan kita sudah terbiasa serta ringan berbagi saat Ramadhan.

Dengan memahami pentingnya meningkatkan ibadah di bulan Sya’ban, maka hakikatnya kita sedang mempersiapkan diri untuk bisa maksimal beribadah Ramadan. Semoga kemuliaan Sya’ban memotivasi kita untuk banyak berisitighfar dan beribadah, juga mudah memupuk hubungan baik dan membakar semua kebencian atau amarah pada sesama manusia, terutama dengan orang terdekat. Mudah menghindari permusuhan dan dimudahkan memperbaiki hubungan yang rusak dengan orang lain. Ya Rahman, Ampuni dosa dan salah kami, pertemukan kami dengan bulan Ramadhan dan Engkau ridho dengan kami semua (@msdrehem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses