Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya, yang artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad:22-23). Lanjutkan membaca
Arsip Kategori: Hikmah
Akrab dengan Al Qur’an
Penyakit hati pada dasarnya berpangkal pada dua hal: syubhat dan syahwat. Syubhat berarti lemahnya ilmu dan pemahaman, sedangkan syahwat berarti kuatnya hasrat untuk melakukan dosa dan kemaksiatan. Dan resep jitu untuk bisa mengatasi dua hal tersebut sekaligus. Resep tersebut adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an bisa menghilangkan syubhat yang ada dalam hati kita karena ia berisi bayyinat (berbagai macam penjelasan yang terang) dan burhan (argumen-argumen yang kuat). Lanjutkan membaca
Makhluq Bernama Manusia
Kita, manusia, adalah makhluq Allah yang unik dan istimewa. Kita tercipta dari dua unsur yang sungguh berbeda satu sama lain: tanah yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari langit. Terciptanya kita dari tanah menjadikan kita sebagai makhluq yang membutuhkan hal-hal yang bersifat ‘bumi’ seperti makan, minum, dan kebutuhan biologis. Sedangkan unsur ruh yang ada dalam diri kita menjadikan kita sebagai makhluq yang membutuhkan hal-hal yang bersifat ‘langit’ seperti iman, ilmu, dan semacamnya. Lanjutkan membaca
Ibadah yang Diterima
Ibadah mencakup seluruh kehidupan. Dengan tegas Allah subhanahu wata’ala memastikan bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepadaNya, Sebagaimana firman Allah subhanahu wta’ala: Tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu (QS. Adz-Dzariat:56). Keberadaan manusia di bumi ini untuk ibadah, maka kehidupan ini bagi manusia adalah ibadah. Oleh karenanya semestinya manusia harus menjadikan seluruh hidupnya dalam rangka beribadah kepada Allah. Lanjutkan membaca
Jujur Pondasi Sucinya Jiwa
Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama-sama orang yang benar” (QS. At Taubah: 199)” Sidik (Benar) adalah kesesuaian antara ucapan dengan hati nurani dan prilaku secara terpadu. Kesesuain ketiga komponen tersebut melahirkan sidik yang sempurna, apabila kurang salah satunya yang ada hanya ucapan dan niat di hatinya sidiknya masih relatif, apabila niat dan ucapannya benar lalu perilakunya bertolak belakang berarti pada orang tersebut aaa sifat sidik dan kazab (dusta). Lanjutkan membaca
Menjaga Lima Pondasi
Ada Lima kaidah kehidupan yang wajib dijaga, yaitu: Menjaga Agama, Menjaga jiwa, Menjaga Kehormatan dan keturunan, Menjaga Harta dan Menjaga akal. Dalam rangka menjaga agama kita diwajibkan untuk menjaga institusi agama, menjaga rukun iman dan rukun islam, menjaga al Qur’an, menjaga enjaga perjuangan fi Sabilillah. Dalam rangka menjaga jiwa kita diharamkan untuk membunuh jiwa yang tidak bersalah, maka di tegakkanlah hukum untuk melestarikan kehidupan dan untuk menjaga hak hak asasi manusia. Lanjutkan membaca
Bagaimana Sholat Kita
Sholat adalah satu-satunya ibadah yang harus selalu dilakukan dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Meskipun kita sedang bepergian jauh, sedang sakit, sedang berada dalam suasana yang menakutkan dan mencekam, atau sedang dalam peperangan, kita tetap harus melakukan sholat. Hanya wanita yang sedang haidh dan nifas saja yang tidak wajib melakukan sholat. Coba kita bandingkan dengan ibadah-ibadah yang lainnya, misalnya puasa Ramadhan. Mereka yang sedang sakit boleh meninggalkannya, lalu menggantinya secara leluasa ketika sudah sembuh. Lanjutkan membaca
Agar Terhindar dari Bencana
Saat terjadi bencana yang merusak dan memporak-porandakan sebuah daerah. Mata jangan terpana hanya pada buruk akibat terjadinya bencana. Perasaan jangan terkurung oleh kepedihan, penderitaan para korban bencana. Akalpun tidak boeh dangkal menyimpulkan penyebab terjadinya bencana hanya pada gejala-gejala alam. Semestinya akal jangan sekali-kali mencekal sebuah pernyataan nurani, pernyataan iman dari hati: “Kenapa gajala-gejala alam itu terjadi?” Lanjutkan membaca
Agama Paripurna
Agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah penyempurnaan atas agama-agama yang telah dibawa oleh para nabi dan rasul sebelumnya. Karena telah sempurna, tidak akan ada lagi agama baru. Islam adalah agama terakhir, yang berlaku hingga hari kiamat. Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam adalah nabi dan rasul terakhir, tidak ada lagi nabi dan rasul sesudahnya. Dan dengan kesempurnaannya, Islam ditujukan untuk seluruh umat manusia, bukan hanya untuk orang Arab saja. Lanjutkan membaca
Ujian Harta dan Kemewahan
Rasul shalallahu alaihi wasallam bersabda, ”Bergembiralah, namun renungkan apa yang menggembirakan kalian itu. Demi Allah, bukan kefakiranmu yang aku khawatirkan, melainkan bila kemewahan dunia telah menimpamu, sebagaimana orang-orang sebelummu. Lalu, kamu berlomba-lomba dan binasa, seperti mereka.” (HR Muslim). Beliau bersabda demikian ketika rombongan Abu Ubaidah bin Jarrah tiba di Madinah dengan membawa banyak harta dari Bahrain. Maka, penuhlah masjid untuk shalat subuh bersama Rasulullah saw. Lanjutkan membaca