Adab Silaturrahim

Islam sangat menganjurkan silaturrahim. Bahkan, silaturrahim merupakan inti dari ajaran Islam, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Umamah, dia berkata, “Amr bin ‘Abasah as-Sulami berkata,“Aku berkata,“Dengan apa Allah mengutusmu? Rasulullah shalallahu alaihi wasallam  menjawab: “Allah mengutusku dengan silaturrahim,  menghancurkan berhala dan agar Allah ditauhidkan, Dia tidak disekutukan dengan sesuatupun.” (HR. Muslim). Lanjutkan membaca

Hafal Al Qu’an di Usia 76 tahun

Di usia 72 tahun, Hj. Siti Afiyah memulai perjalanannya menghafal Al-Qur’an. Dengan penuh semangat, beliau mendatangi Kyai Abu Hasanuddin, pengasuh pondok pesantren tahfidz Ibnu Katsir Jember Jawa Timur, untuk memulai hafalan. Mendengarkan keinginan beliau, Kyai Abu Hasanuddin antara percaya dan tidak, mengingat usia beliau yang sudah tidak muda. Namun, tekad Hj. Siti Afiyah berhasil meyakinkan Kyai. Dengan diantar putrinya, Lanjutkan membaca

Hakekat Manusia

Kita, manusia, adalah makhluq Allah yang unik dan istimewa. Kita tercipta dari dua unsur yang sungguh berbeda satu sama lain: tanah yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari langit. Terciptanya kita dari tanah menjadikan kita sebagai makhluq yang membutuhkan hal-hal yang bersifat ‘bumi’ seperti makan, minum, dan kebutuhan biologis. Sedangkan unsur ruh yang ada dalam diri kita menjadikan kita sebagai makhluq yang membutuhkan hal-hal yang bersifat ‘langit’ seperti iman, ilmu, dan semacamnya. Lanjutkan membaca

Selalu Optimis

Rasa optimisme bisa tumbuh subur dalam jiwa seorang Muslim, bila ia memahami sifat-sifat Allah Ta’ala dengan utuh dan benar. Sehingga melahirkan rasa percaya diri yang kuat karena yakin akan pertolongan Allah serta akan menatap masa depannya dengan cerah karena hidup ini pasti akan berakhir dengan kematian. Dan sebaik- baik kematian adalah mati dalam keadaan Islam.Sehingga yang disebut masa depan bagi seorang Muslim tidak hanya terbatas pada kehidupan dunia yang fana saja, tetapi sampai pada kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Lanjutkan membaca

Larangan Berputus Asa

Sudah menjadi sunatullah bahwa hidup itu akan penuh dengan ujian dan cobaan. Artinya, tidak ada satu orangpun di dunia ini yang tidak mendapatkan cobaan atau ujian dari Allah Ta’ala. Baik dia itu orang Muslim ataupun orang kafir, orang kaya atau miskin, bangsawan atau jelata, semuanya akan menerima ujian masing-masing. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah- buahan…” (QS. Al Baqarah: 155). Lanjutkan membaca

Cara Bertaubat

Setiap manusia pernah berbuat salah. Karena manusia tempat salah dan lupa. Tapi sebaik-baik meraka yang pernah berbuat salah adalah mereka yang mau bertaubat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Setiap anak Adam adalah bersalah dan sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat. (HR. Tirmidzi). Terus bagaimana cara bertaubat bagi orang yang pernah melakukan kesalahan?. Lanjutkan membaca

Melindungi Diri dari Waswas

Seorang muslim kadang ditimpa penyakit waswas. Oleh karenanya dia harus selalu berlindung kepada Allah subhanahu wta’ala. Seorang muslim harus selalu waspadai dengan penyakit was was itu, karena waswas itu adalah senjata seta yang sangat ampuh untuk menyesatkan manusia, dan solusinya adalah anda harus selalu berusaha untuk menghentikan waswas tersebut. Setidaknya ada dua cara yang dilakukan untuk menghentikan penyakit waswas.; Lanjutkan membaca

Akan Masuk Surga

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apa pendapatmu bila saya melaksanakan shalat-shalat wajib, berpuasa Ramadlan, menghalalkan sesuatu yang halal, dan mengharamkan sesuatu yang haram, namun aku tidak menambahkan suatu amalan pun atas hal tersebut, apakah aku akan masuk surga?” Rasulullah menjawab: “Ya.” Dia berkata, “Demi Allah, aku tidak akan menambahkan atas amalan tersebut sedikit pun.” (HR. Muslim). Lanjutkan membaca

Pentingnya Silaturrahim

Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya untuk menyambung tali silaturahmi. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firman-Nya yang artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS. Muhammad:22-23). Lanjutkan membaca

Allah Maha Memaafkan

Kesalahan yang tidak disengaja itu adalah kesalahan yang dimaafkan oleh Allah subhanahu wata’ala, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah memaafkan umatku ketika ia tidak sengaja, lupa, dan dipaksa.” (HR. Ibnu Majah, Al-Baihaqi dan selainnya). Allah subhanahu wata’ala memaafkan kesalahan yang tidak disengaja karena perbuatan berasal dari niat. Jika seseorang tidak berniat melakukan dosa, melainkan karena ketidaksengajaan, maka Allah akan memaafkan kesalahan tersebut. Lanjutkan membaca