Gembira dalam Ketaatan

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. pernah berdoa: “ Segala puji bagi Allah, dengan kenikmatan-Nya akan sempurnalah  banyak amal-amal sholeh”  (Alhamdulillah bini’matihi tatimmusholihaati). Sangatlah tepat jika seseorang menasehati kita;  “Janganlah anda bergembira karena taatmu, karena itu muncul dari diri anda. Bergembiralah dengan taat itu, karena ketaatan itu muncul dari Allah Ta’ala sebagai anugerah padamu.” Lanjutkan membaca

Semangat Meraih Surga

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apa pendapatmu bila saya melaksanakan shalat-shalat wajib, berpuasa Ramadlan, menghalalkan sesuatu yang halal, dan mengharamkan sesuatu yang haram, namun aku tidak menambahkan suatu amalan pun atas hal tersebut, apakah aku akan masuk surga?” Rasulullah menjawab: “Ya.” Dia berkata, “Demi Allah, aku tidak akan menambahkan atas amalan tersebut sedikit pun.“(HR.Muslim) Lanjutkan membaca

Bersedekahlah!

Salah seorang shahabat bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama? Beliau berkata: “Engkau bersedekah dalam keadaan sehat, bersemangat dan mengharapkan tetap ada (pada dirimu), serta khawatir mengalami kekurangan, dan engkau tidak menunda hingga setelah nyawa telah sampai di tenggorokan engkau mengatakan; untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian. Dan sungguh harta tersebut telah menjadi milik Fulan.” (HR. Abu Dawud) Lanjutkan membaca

Keutamaan Orang Bertaqwa

Mengapa nilai ketaqwaan begitu penting untuk diraih sehingga umat Islam harus bersabar dalam menahan rasa haus dan lapar selama seharian di bulan Ramadhan. Jawabanya adalah karena ketaqwaan adalah derajat tertinggi keimanan dan pengabdian seorang hamba kepada Rabbnya. Taqwa merupakan pemisah yang mempertegas batas antara keyakinan dan keragu-raguan. Lanjutkan membaca

Penghalang Mengenal Allah

Mengenal Allah adalah hal yang paling penting dalam hidup ini. Dengan mengenal Allah berarti kita mengenal tujuan hidup kita. Orang yang tidak mengenal Allah berarti tidak memahami tujuan hidupnya! Karena sedemikian pentingnya mengenal Allah itulah, para ulama menyepakati bahwa ilmu tauhid adalah ilmu yang paling utama, karena ilmu tersebut mengenalkan manusia pada Allah. Demikian pula, apapun ilmu yang kita miliki seharusnya juga semakin membuat kita mengenal Allah. Lanjutkan membaca

Bacalah!

Kita, di dunia ini, tidak pernah bisa melihat Allah. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui bahwa Allah memang ada dan tidak ada sekutu bagi-Nya? Dan bagaimana kita bisa mengenal-Nya?. Memang, Allah telah menetapkan bahwa kita tidak akan bisa melihat-Nya di dunia ini, namun Allah telah menampakkan kepada kita ayat-ayat-Nya. Kemudian, Allah telah menganugerahkan kepada kita akal pikiran dan hati agar kita bisa memahami ayat-ayat-Nya. Lanjutkan membaca

Zuhud

Banyak yang salah persepsi tentang zuhud, sehingga mereka talak tiga kepada  dunia. Mereka sama sekali tidak berhasrat pada dunia. Mereka menyingkirkan perhatiannya dari dunia. Padahal jelas sudah penjelasan dari Allah bahwa manusia ditugasi untuk mengurus dunia ini: “ Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (QS. Al-Baqarah 30) Lanjutkan membaca

Kisah Ashabul Ukhdud

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Qur’an surat Al Buruuj yang artinya: Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, 6. ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman, dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,  yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu. Lanjutkan membaca

Ukhuwah dan Hak-hak Muslim

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,”Jangan saling menghasud, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi, dan jangan membeli barang yang telah dibeli orang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. karena itu tidak menzaliminya, tidak menelantarkannya, tidak membohonginya, dan tidak melecehkannya. Taqwa itu disini (sambil menunjuk dadanya tiga kali). Cukuplah seseorang dikategorikan jahat jika dia menghina saudaranya sesame muslim. Darah, harta dan kehormatan setiap muslim adalahsuci terpelihara.” (HR. Muslim) Lanjutkan membaca

Sekilas Kehidupan Nabi Saw

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dilahirkan di kota Mekkah, dari keturunan Nabi Ismail as, 571 tahun semenjak Nabi Isa as dilahirkan. Nabi Muhammad saw terlahir dalam keadaan yatim. Enam tahun kemudian, ia juga harus kehilangan ibunya. Beliau kemudian  hidup bersama kakeknya. Tapi itupun hanya berlangsung dua tahun, karena sang kakek pun akhirnya tiada. Pamannya yang bernama Abu Thalib-lah yang kemudian mengasuhnya selama waktu yang cukup panjang. Lanjutkan membaca