Al-Qur’an kitab yang mulia. Membacanya dan mempelajari arti ayat-ayatnya berpahala dan bisa menghilangkan kegundahan dan keragu-raguan yang ada dalam hati kita. Di dalamnya berisi bayyinat (berbagai macam penjelasan yang terang) dan burhan (argumen-argumen yang kuat) tentang semua sisi dalam kehidupan. Al-Qur’an menjelaskan kepada kita dengan amat jelas dan gamblang segala yang haq dan segala yang bathil. Dengan demikian akan hilanglah berbagai macam syubhat. Lanjutkan membaca
Arsip Kategori: Mutiara Al-Qur’an
Tadabbur Surat Al Kautsar
Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Qur’an Surat Al Kautsar: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. Maka salatlah kamu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya pembencimu itulah yang akan binasa. (QS Al-Kautsar:1-3). Surat Al-Kautsar terdiri dari tiga ayat. Nama Al-Kautsar diambil dari ayat yang pertama yang berarti karunia Allah yang tiada terhingga yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Kata ini hanya disebut sekali dalam Al-Qur’an, yakni dalam surat ini. Ada juga yang memberi nama surat ini An-Nahr, yang maknanya berkurban. Lanjutkan membaca
Bersyukurlah Kepada Allah
Bersyukur adalah kebutuhan, karena semua tentu ingin bertambahnya nikmat, dan syarat serta jalan untuk itu adalah bersyukur. Sehingga semakin banyak dan baik seseorang bersyukur, maka pasti akan semakin banyak dan bertambah nikmat Allah atasnya. Dan jika nikmat berkurang bagi seseorang, maka pasti itu karena ia kurang atau tidak bersyukur. Itu kaidahnya! Firman Allah: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, namun jika (sebaliknya) kamu justru kufur (mengingkari nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7). Lanjutkan membaca
Menyikapi Musibah Dan Ujian Hidup
Hidup ini penuh ujian. Dan ujian hidup bermacam-macam. Bahkan segala sesuatu yang terjadi dan dialami setiap manusia di dalam hidupnya, apapun bentuknya, sebenarnya adalah ujian. Meskipun umumnya orang menganggap hanya hal “buruk’ sajalah, seperti sakit, miskin, tidak berkedudukan dan semacamnya, yang merupakan ujian. Sedang yang “baik”, seperti sehat, kaya, berkedudukan dan semacamnya, bukanlah ujian apalagi musibah. Lanjutkan membaca
Memperbanyak Dzikrullah
Istilah Dzikrullah (berdzikir kepada Allah) memiliki dua makna, yang kedua-duanya diperintahkan untuk kita penuhi, yaitu: dzikrullah dengan arti: mengingat Allah, dan yang kedua: dzikrullah dengan makna: menyebut Allah melalui Nama-Nama dan Shifat-Shifat-Nya, serta bukti-bukti keagungan dan kemuliaan-Nya. Allah swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang” (QS. Al-Ahzaab: 41-42). Lanjutkan membaca
Hidup Dengan Orientasi Akhirat
Orang yang hidup dengan keimanan dan mengikuti tuntunan-tuntunan Al-Qur’an, akan hidup dan beraktivitas di dunia ini sebagaimana juga manusia pada umumnya. Hanya saja yang membuat ia berbeda adalah bahwa ia memiliki orientasi ukhrawi. Allah SWT berfirman dalam Al-Qashash ayat 77 yang artinya: “Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi”. Lanjutkan membaca
Hikmah Dan Bijaksana
Al-Hikmah (bijak/bijaksana) ialah benar dan tepat dalam perkataan dan perbuatan, serta menempatkan sesuatu pada tempatnya yang tepat. Atau sikap menempatkan segala sesuatu pada tempatnya secara tepat. Dan dasarnya adalah berlaku adil dan bersikap benar. Dan makna kata hikmah secara keseluruhan tidak keluar dari dua macamnya tersebut, yang tersimpulkan berupa ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh. Lanjutkan membaca
Surat Perlindungan
Di dalam Al Quran Allah subhanahu wata’ala berfirman: Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (1). Dari kejahatan makhluk-Nya (2). Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita (3). Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul (4). Dan dari kejahatan pendengki apabila ia mendengki (5). (QS Al-Falaq: 1-5) Lanjutkan membaca
Tragedi Parit
Surat Al Buruuj terdiri atas 22 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Asy-Syams. Dinamai Al Buruuj (gugusan bintang) diambil dari perkataan Al-Buruuj yang terdapat pada ayat 1 surat ini. Surat Al-Buruuj berbicara tentang sikap dan tindakan-tindakan orang-orang kafir terhadap orang-orang yang mengikuti seruan para rasul; bukti-bukti kekuasaan dan keesaan Allah; isyarat dari Allah bahwa orang-orang kafir Mekah akan ditimpa azab sebagaimana kaum Fir’aun dan Tsamud telah ditimpa azab; dan jaminan Allah terhadap kemurnian Al- Quran. Lanjutkan membaca
Mensucikan Hati
Syaqiq al Balakhi meriwayatkan bahwa tatkala Ibrahim bin Adham Ra sedang berjalan-jalan di negeri al Bashrah, dia ditanya oleh penduduk negeri itu. Mereka bertanya, “Ya Ibrahim, mengapa do’a–do’a kita tidak dindahkan lagi oleh Allah, padahal bukankah Allah Ta’ala telah berfirman, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku …”. (QS. Al Baqarah, 2:186) Lanjutkan membaca