Saudaraku, hidup adalah pertarungan antara al-haq dengan al-bathil. Dalam peperangan antara kebenaran dengan kebathilan, tentu ada permusuhan antara kebaikan dengan kejelekan selamanya. Sebagai pejuang kebenaran dan kebaikan, seharusnya kita agresif, dinamis, proaktif, dan kreatif untuk menjadi PEMENANG. Senjata kita adalah IMAN. Senjata “iman” ini harus selalu dikaji, diamalkan, diaktifkan, dihidupkan, dikokohkan dan digunakan hanya untuk menyerang setan. Lanjutkan membaca
Arsip Kategori: Kolom Ustadz
Kematian Mulia
Saudaraku, Kita semua berjalan menuju kematian. Setiap detik dari hidup adalah selangkah menuju kematian. Menuju kematian mulia memerlukan ilmu, kesadaran, persiapan dan perjuangan. Berikut contoh-contoh kematian mulia, antara lain: Wafat syahid dijalan Allah, Wafat tanpa syirik dan tanpa durhaka kepada ibu dan bapak, Wafat setelah bersabar menderita penyakit yang lama. Wafat setelah atau saat beribadah atau beramal shaleh kepada Allah. Lanjutkan membaca
Peduli dan Berbagi
Saudaraku, Ketahuilah bahwa iman menggerakkan diri untuk peduli kepada sesama. Semakin kokoh keimanan seseorang, maka sekokoh itu pula daya dorong untuk peduli kepada sesama. Karena salah satu substansi iman ialah cinta pada sesama muslim. Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam: “Tidaklah beriman salah seorang kamu sampai ia mencintai saudaranya (sesama muslim) seperti ia mencintai dirinya sendiri”. Lanjutkan membaca
Jangan Lupa Bahagia
Saudaraku, Rasa bahagia harus selalu dihadirkan di hati. Bahagia yang tak diringi syukur dan ibadah atau kerja adalah kelalaian. Lalai saat bahagia bagai mengusir kebahagiaan itu sendiri sehingga bahagia sangat cepat berlalu, berganti rasa galau, gelisah, gundah, gulana, kecewa, sedih, dan marah. Lanjutkan membaca
Ridho Mengundang Berkah
Saudaraku, Ridho adalah rasa senang, rasa menerima, rasa setia, dan berpikir positif atas sesuatu yang diputuskan. Ridho yang kita maksudkan adalah : ridho kepada kekuasaan Allah dan takdirNya, ridho kepada Rasulullah Saw dan kebijaksanaannya, ridho kepada Islam sebagai agama, ridho kepada orang tua, ridho kepada pasangan, ridho kepada anak, ridho kepada kehidupan, ridho kepada diri sendiri. Ridho terhadap hal di atas akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat dan menjadi sumber motivasi kebangkitan diri. Lanjutkan membaca
Merindu Surga
Saudaraku, Bila hati merindukan surga, pasti hati akan memerintahkan otak untuk menayangkan gambaran surga. Selanjutnya, otak memerintahkan panca indra untuk mencari sebanyak mungkin ilmu tentang surga. Karenanya, segeralah jemari mengetik pesan dan mengirimkannya pada seorang ustadz atau guru untuk menanyakan ayat-ayat surga. Ustadz atau guru akan menjawab: Baca Al-Waqiah : 10-40, Ar-Rahman : 46-78, dan Al Insan : 5-22″. Lanjutkan membaca
Follow Up & Block Up
Di tengah Pasar Ukaz, pinggiran kota Mekkah semua mata tertuju kepada kedua sosok pemuda jagoan yang bersiap adu gulat. Keduanya mengatur kuda-kuda, matanya menatap nanar tidak berkedip, wajahnya tegang, dan geraknya waspada. Benar-benar menggambarkan kekuatan dan keberanian tanpa tanding, untuk merebut hati masyarakat yang haus akan hiburan yang memacu adrenalin padang pasir. Ya, petarung tak terkalahkan itu adalah Umar bin Khattab dan Khalid bin Walid. Lanjutkan membaca
Peduli Tapi Sopan
Saudaraku, Saat ini sopan santun semakin tergerus dalam kehidupan. Sopan santun semakin tidak memiliki tempat dalam kepribadian banyak muslim, bahkan ironisnya ketidak santunan terkadang dilakukan atas nama agama. Sopan santun seolah hanya wacana yang tertulis di kitab para ulama tetapi tak memiliki wujud nyata. Banyak yang tak sadar menjadi beringas dengan alasan membela hak-hak manusia atau umat. Lanjutkan membaca
Menyikapi Ketergesaan
Saudaraku, Tergesa-gesa adalah penyakit manusia yang berasal dari setan, karena Rasul sholallahu alaihi wassallam bersabda: Ketenangan datangnya dari Allah, sedangkan ketergesaan datangnya dari setan (Hadist Hasan – Baihaqi). Sebisa mungkin kita menghindari ketergesaan kecuali pada hal-hal yang dianjurkan syariat, seperti: berbuka puasa ketika sudah masuk waktu Maghrib, menikah jika sudah memiliki syahwat serta kemampuan, membayar utang dan lain sebagainya. Lanjutkan membaca
Sensitif Sifat Takabbur
Saudaraku, Banyak yang belum menyadari bahwa menolak nasehat itu “takabbur”. Banyak yang belum menyadari bahwa membenci salah satu ajaran Islam itu “takabbur”. Banyak yang belum menyadari bahwa memandang diri lebih mulia di banding sesama muslim lainnya, itu “takabbur”. Banyak yang belum menyadari bahwa menghina sesama muslim itu “takabbur”. Banyak yang belum menyadari bahwa sifat malas beribadah itu “takabbur”. Banyak yang belum menyadari bahwa sifat malas ke pengajian itu “takabbur”. Lanjutkan membaca