Allah Mengampuni Dosa-Dosa

  • Sumo

Tidak ada seorang muslim yang tidak pernah bersalah atau berdosa. Baik dosa yang dilakukan secara sengaja atau yang dilakukan secara tidak disengaja. Tetapi Allah subhanahu wata’ala maha Memaafkan atau maha Pengampun. Seluruh dosa berada dalam kehendak ampunan Allah. Ada dosa yang diampuni setelah pelakunya bertaubat, dan ada pula dosa yang diampuni tanpa taubat, seperti dosa-dosa kecil yang terhapus karena amal kebaikan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ جُنْدُبِ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللهِ ﷺ قَالَ: «اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ» رواه الترمذي وقال: حديث حسن، وفي بعض النسخ: حسن صحيح.

Dari Abu Dzarr Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada; iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya; dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)

Perlu diketahui bahwa banyak ayat dan hadits yang jika dipahami secara tekstual tampak seolah-olah saling bertentangan terkait ampunan Allah kepada orang yang berdosa. Ada dalil yang menunjukkan bahwa Allah tidak mengampuni dosa tertentu, seperti dosa syirik dan dosa yang dilakukan secara terang-terangan. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرِكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa: 48)

Dan hadits Nabi ﷺ:

عن سالم بن عبد الله قال: سمعت أبا هريرة يقول: سمعت رسول الله ﷺ يقول: «كل أمتي معافى إلا المجاهرين، وإن من المجاهرة أن يعمل الرجل بالليل عملاً، ثم يصبح وقد ستره الله فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربه، ويصبح يكشف ستر الله عنه»

“Setiap umatku akan diampuni kecuali orang-orang yang terang-terangan dalam berbuat dosa. Termasuk di antaranya adalah seseorang yang berbuat dosa pada malam hari, lalu di pagi harinya ia berkata, ‘Wahai Fulan, tadi malam aku telah melakukan ini dan itu,’ padahal Allah telah menutupi perbuatannya, namun ia justru membuka tutupan Allah tersebut.” (HR. Bukhari)

Di sisi lain, terdapat dalil yang menunjukkan bahwa Allah mengampuni semua dosa tanpa kecuali bagi hamba yang mau kembali kepada-Nya, beristighfar, dan bertaubat, kapan pun dan sebesar apa pun dosa tersebut. Allah Ta’ala berfirman:  “Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kepada Tuhanmu serta berserah diri kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, lalu kamu tidak akan ditolong.” (QS. Az-Zumar: 53–54)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

وعن أبي موسى عبد الله بن قيس الأشعري رضي الله عنه، عن النبي ﷺ قال: «إن الله تعالى يبسط يده بالليل ليتوب مسيء النهار، ويبسط يده بالنهار ليتوب مسيء الليل، حتى تطلع الشمس من مغربها»

“Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari. Hal itu terus berlangsung hingga matahari terbit dari arah barat.” (HR. Muslim no. 2759)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses