Kecanduan Pornografi

  • Sumo

Pertanyaan: saya jujur saya kan orangnya pecinta anime dan ternyata semkin saya mendalami tontonan anime tersebut, makin banyak unsur unsur pornografi, seperti ciuman, berpelukan antar lawan jenis dll, dan saya telah terapapar pornografi sudah dari umur 4 tahun, saya senang melihat orang yang bermesra², Saat usia SMP saya masuk pesantren dan saat itu sudah mulai mereda, lalu saat SMA saya jadi sering nonton anime yang vulgar lagi, dan saya tahu pasti dosa saya sudah banyak menumpuk banyak, minta tolong ustadz berikan saya solusi untuk mencegah hawa nafsu yang berlebihan

Jawaban: 

1). Berikut adalah fondasi utama untuk memerangi hawa nafsu:

  • Segera bertaubat dengan sungguh-sungguh. Sesali perbuatan di masa lalu, bertekadlah untuk tidak mengulanginya, dan perbanyak istighfar. Yakinlah bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa anda jika taubat andatulus.
  • Shalat lima waktu adalah kewajiban dan penolong terbesar. Tunaikan tepat waktu, dan tambahkan dengan shalat sunnah (seperti Dhuha, Tahajud) serta dzikir untuk menenangkan hati dan pikiran dari godaan setan.
  • Al-Qur’an adalah petunjuk hidup dan penenang jiwa. Membaca artinya (tafsir) dapat memberikan ketenangan dan mengingatkan pada tujuan hidup yang hakiki.
  • Puasa sunnah (seperti Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh) sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, puasa adalah perisai (penahan) bagi syahwat.

2). Hawa nafsu seringkali dipicu oleh apa yang dilihat. Kunci utamanya adalah memutus sumber pemicu:

  • Hapus semua koleksi gambar/video yang berkaitan dengan pornografi. Hapus juga akun media sosial atau channel anime yang sering menampilkan konten vulgar.
  • Manfaatkan fitur kontrol orang tua, aplikasi pemblokir konten. Ini akan sangat membantu mencegah akses situs terlarang secara tidak sengaja.
  • Anda telah mengidentifikasi bahwa banyak anime mengandung unsur yang memicu nafsu. Pertimbangkan untuk mengurangi atau berhenti total menonton anime jenis tersebut. Cari tontonan alternatif yang sehat, edukatif, atau yang sesuai dengan nilai-nilai agamaanda. Dunia hiburan sangat luas, ada banyak pilihan lain yang lebih baik.

3). Mengisi waktu luang dengan kegiatan positif akan mengalihkan fokus dari hawa nafsu:

  • Aktivitas fisik (bertolahraga) yang intens membantu menyalurkan energi berlebih dan mengurangi stres.
  • Temukan kegiatan yang anda nikmati dan dapat menyibukkan anda, seperti membaca buku agama, berkumpul di majelis ilmu, belajar skill baru (bahasa asing, menjahit, dsb.), atau kegiatan sosial.
  • Hindari begadang. Kurang tidur dapat melemahkan tekad dan membuat Anda lebih rentan terhadap godaan. Tidur dan bangunlah di waktu yang teratur.
  • Usahakan berada di lingkungan yang positif dan tidak sendiri terlalu lama, terutama di kamar dengan perangkat elektronik. Lebih baik berada di area umum rumah atau berkumpul dengan keluarga/teman yang shalih.

4). Kecanduan pornografi adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan ahli. Pertimbangkan untuk berbicara dengan psikolog atau konselor yang memahami masalah kecanduan dan perspektif agama.

Cari teman atau komunitas yang memiliki visi sama untuk menjaga diri dari dosa. Komunitas pesantren anda bisa menjadi awal yang baik. Saling mengingatkan dalam kebaikan (tawasau bil haq) sangat membantu.

Ingat selalu konsekuensi dosa, baik di dunia maupun di akhirat. Rasa sesal yang anda rasakan saat ini adalah pengingat dari Allah agar Anda kembali ke jalan-Nya.

Perjalanan ini adalah sebuah proses yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan doa yang tidak putus. Mungkin akan ada jatuh bangun, tetapi yang terpenting adalah segera bangkit kembali setiap kali terjatuh.

Teruslah berdoa kepada Allah, memohon keteguhan hati dan perlindungan dari godaan setan. Semoga Allah memudahkan jalan anda, menguatkan iman anda, dan melindungi anda dari segala bentuk kemaksiatan. 

Sumber: www.konsultasisyariah.net

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses