Menderita karena Tak Bersyukur

  • Sumo

Saudaraku, Ternyata, mudah bersyukur adalah kenikmatan luar biasa yang harus sangat disyukuri, karena dengan hati yang penuh syukur maka fisik menjadi sehat dan berbahagia. Di antara perusak kebahagiaan dalam hidup adalah saat hati kehilangan rasa syukur. Saat rasa syukur hilang, pandangan menjadi buta untuk melihat aneka nikmat, dan lisan menjadi bisu untuk memuji dan berterima kasih kepada-Nya. Padahal, tidak satu haripun terlewati, kecuali kita berada dalam limpahan karunia-Nya. Tapi karena hati kehilangan rasa  syukur, maka yang keluar dari lisan selalu keluh kesah, amarah, iri dengki, dan resah gelisah.

Rasulullah shalalllahu alaihi wasallam bersabdaL “Barang siapa di antara kalian yang pagi harinya dalam keadaan aman di tengah kaumnya, tubuhnya sehat, dan memiliki makanan pada hari itu, maka seolah-olah dunia beserta perhiasannya telah dihimpun untuknya.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Cermin bahwa kita termasuk yang kehilangan nikmat bersyukur diantaranya adalah :

  1. Malas mempelajari ilmu ilmu Islam
  2. Malas beribadah wajib dan ibadah sunnah
  3. Malas berlama lama melantun zikir
  4. Tilawah Alqur’an seolah menjadi beban bukan kegembiraan
  5. Sangat perhitungan dalam bersedekah
  6. Sering mengeluh, sering marah, sering bingung, sering gelisah, hingga sering iri hati
  7. Obrolan masih lebih banyak tentang keberuntungan dunia semata, bukan berbagi nasihat kebaikan, kesabaran, kesyukuran, taubat dan akhirat.

Beberapa hal yang membuat hidup tak nikmat karena sulit bersyukur adalah :

  1. Kurangnya Ilmu Agama sehingga tidak memahami makna syukur dan tidak memahami bahwa bersyukur adalah tanda sempurnanya iman.
  2. Lalai atau tak sadar pada nikmat, sehingga kesehatan, kesempatan/masa senggang, masa muda, kelengkapan organ tubuh, menjadi nikmat yang tak sempat disyukuri. Imam Al-Ghazali berkata: “Syukur atas nikmat Allah juga tidak dapat dibayangkan kecuali setelah menyadari nikmat tersebut,” (Ihya Ulumiddin).
  3. Membandingkan diri dengan orang yang lebih beruntung secara materi. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW, bersabda: “Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  4. Dominasi hawa nafsu atau kuasa setan atas diri seseorang sehingga memiliki keinginan yang tak terbatas dan membuat nikmat yang ada terasa kecil.

“Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik” (Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik kepada-Mu) (@msdrehem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses