Saudaraku, Rasul yang mulia pernah mengingatkan Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash RA, akan tugas kewajibannya sebagai orang tua terhadap anak: “Sungguh anakmu punya hak yang harus kamu penuhi.” (HR. Muslim). Anak adalah rezeki dari Allah sekaligus amanah yang harus dipenuhi hak – haknya, seperti: Mendapatkan ibu atau ayah yang baik, Mendapatkan kasih sayang, yang dalam hal ini bisa diwujudkan melalui: Komunikasi yang tersambung dengan anak, Mengapresiasi keberhasilannya sekecil apapun dari anaknya,
Kemudian Tidak berlaku kasar, yang karena orang tua lebih fokus pada kenyamanan dirinya sendiri sehingga cenderung suka menyalahkan (marah) anak. Memberi pendidikan dan pengajaran Alqur’an serta akhlak yang baik. Doa doa tanpa putus dari orang tua dan teladan yang baik Memberi Nafkah Halal, dalam arti memastikan makanan, pakaian, dan fasilitas yang diberikan kepada anak berasal dari sumber yang halal, (karena rezeki haram berpengaruh buruk pada perilaku anak). Memberi lingkungan yang baik agar anak anak mudah tumbuh dan berkembang menjadi yang terbaik
Ketika kita lebih dahulu durhaka pada orang tua, maka boleh jadi anak kitapun akan melakukan hal yang sama, terlebih di saat kita sudah melemah (secara usia, secara harta, dan lainnya). Sebab perlakuan anak kepada orang tuanya seringkali merupakan timbal balik dari apa yang dulu dilakukan dirinya pada orang tuanya “Berbaktilah kepada bapak (dan ibu) mu, niscaya anak-anakmu berbakti kepadamu.” (HR : Ath-Thabrani dan Al-Hakim).
Senada dengan hal di atas maka Sayyidina Umar RA berkata, bahwa kedurhakaan anak terjadi karena orang tua yang lebih dulu durhaka kepadanya. Beliau pernah menolak klaim dari orang tua (seorang ayah) terkait kedurhakaan anaknya. Klaim tersebut ditolak karena :
- Ayah tidak mencari istri (ibu bagi anaknya) solihah
- Tidak memberi nama yang baik sebagai ungkapan doa dan harapan pada Allah
- Tidak mengajarkan Alqur’an (lewat lisan dan teladan).
Perbuatan keburukan akan terganjari dengan keburukan pula dan setiap pengkhianatan akan terkhianati oleh pengkhianan itu sendiri. Amal-amal jelek dan dosa-dosa besar yang dilakukan orang tua akan berpengaruh jelek terhadap takdir anak-anaknya. Sebaliknya, keshalihan orang tua memiliki dampak besar bagi keshalihan anak-anaknya, dan memberi manfaat bagi mereka di dunia dan akhirat (kisah dalam QS. Al Kahfi : 28)
Ya Rahman., Jadikan kami bukan hanya sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, tetapi juga menjadi orang tua sholih yang tak durhaka pada anak sehingga mereka menjadi anak sholih yang akan terus mendoakan kebaikan untuk membahagiakan kami di dunia dan di akhirat.(@msdrehem)