Cara Menjalani Umur

Ada nasehat indah ulama yang layak ditulis dengan tinta emas, dan menjadi renungan kita bersama. Al-Fudhail bin Iyadh pernah berkata kepada dirinya: “Wahai, kasihannya engkau. engkau berbuat buruk, tetapi engkau merasa berbuat baik. Engkau tidak tahu, tetapi merasa sederajat dengan ‘ulama’. Engkau kikir, tetapi engkau merasa dermawan. Engkau pandir, tetapi merasa berakal dan cerdas, ajalmu pendek , namun angan-anganmu panjang. Lanjutkan membaca

Penyebab Malas Ibadah

Dengan ibadah seorang muslim diharapkan menjadi manusia  yang mulia akhlaknya dan lurus prilakunya sebagai cerminan  ketakwaannya. Ibadah merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan Allah lewat pengontrolan diri dan rasa tunduk kepada-Nya, sehingga dia tetap ingat akan kedudukan dirinya sebagai hamba yang akan kembali kepada-Nya dan membutuhkan pertolongan-Nya. Firman Allah swt: Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan . (Al Fatihah 5). Lanjutkan membaca

Manfaat Selalu Berdzikir

Perihal keutamaan Dzikir, Allah Subhanahu wa Ta’ala ber-firman: .Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir ( menyebut nama Allah), Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS. Al Ahzab :35). Saudaraku, diantara dzikir yang menjadi kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dzikir pagi dan sore. Karena pentingnya dzikir ini, Allah perintahkan agar orang-orang ber-iman merutinkannya. Lanjutkan membaca

Hayati I’tikafmu

Saudaraku, Agar i’tikaf kita efektif, kita membutuhkan penghayatan yang banyak, antara lain: Berniat i’tikaf pada setiap kali masuk masjid. Walaupun kita ke masjid hanya untuk shalat lima waktu..I’tikaf itu membutuhkan penghayatan niat ikhlas. Mengucapkan dalam hati keinginan untuk mendapatkan semua bentuk kebaikan dari Allah.. Lanjutkan membaca

Tertambat Pada Masjid

Salah satu amalan yang utama di bulan Ramadhan adalah i’tikaf. Amalan ini menjadi semakin utama untuk dilakukan ketika Ramadhan sudah memasuki sepuluh hari yang terakhir. Rasulullah sendiri diceritakan tidak pernah satu kali pun meninggalkan i’tikaf. Beliau senantiasa melakukannya hingga wafat. Ini menunjukkan bahwa i’tikaf memang benar-benar amalan yang utama. Lanjutkan membaca

Meraih Keberkahan

Ditinjau secara bahasa, berkah berasal dari kata barokah (البركة), yang  diartikan dengan kata nikmat. Secara istilah, sebagaimana diungkapkan oleh Imam Al-Ghazali, berkah berarti زیادة الخیر (ziyadatul khair,) yakni “bertambahnya kebaikan terus menerus. Demikian pula dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berkah diartikan sebagai “karunia Allah yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia”. Lanjutkan membaca

Meniru Pakaian Wanita

Terdapat banyak dalil yang menegaskan larangan bagi lelaki untuk meniru wanita atau wanita meniru gayanya lelaki. Dalam hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan : “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Ahmad dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth). Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma juga mengatakan : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari). Lanjutkan membaca

Jalan Taubat

Seorang muslim mulai mendapatkan pahala dan dosa atas perbuatannya dimulai sejak masuk usia akil baligh,sejak dia berusia mukallaf.  Yaitu usia dimana seseorang disebut dewasa secara agama/syar’i. Kedewasaan itu ditandai mimpi basah bagi laki-laki dan haidh bagi perempuan atau tanda-tanda lain yang menunjukkan laki-laki atau perempuan dewasa. Lanjutkan membaca

Menjaga Niat

Niat berasal dari bahasa Arab نوى yang artinya keinginan. Sedangkan secara istilah niat adalah berkeinginan untuk mengerjakan suatu amal perbuatan karena Allah atau karena perintah Allah subhanahu wata’ala. Tujuannya adalah agar mendapatkan ridho dari Allah swt, Niat itu terletak di dalam hati yaitu berupa ketetapan hati untuk mengerjakan amal tertentu. Lanjutkan membaca

Renungan Hadits Qudsi

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): ”Wahai hamba-hamba-Ku. Sungguh Aku telah mengharamkan sifat dan sikap dzalim atas diri-Ku, dan menjadikannya sebagai hal yang haram pula diantara kalian. Maka janganlah kalian saling mendzalimi. Wahai hamba-hamba-Ku. Kalian semua (hakekatnya) adalah orang-orang sesat, kecuali yang Aku beri petunjuk. Maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya pasti Aku beri kalian petunjuk. Wahai hamba-hamba-Ku. Kalian semua (hakekatnya) adalah orang-orang lapar, kecuali yang Aku beri makan. Maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya pasti Aku beri kalian makan. Lanjutkan membaca