Segera Bertaubat

Dosa besar yang hanya dilakukan sekali lebih bisa diharapkan pengampunannya, dari pada dosa kecil yang dilakukan terus menerus. Jika seorang hamba meremehkannya. Setiap kali seorang hamba menganggap besar sebuah dosa niscaya akan kecil di sisi Allah, dan setiap kali ia menganggap remeh sebuah dosa niscaya akan menjadi besar di sisiNya. Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Seorang mukmin memandang dosanya bagaikan gunung yang akan runtuh menimpa dirinya, sedangkan seorang pendosa menganggap dosanya seperti seekor lalat yang menclok di hidungnya, cukup diusir dengan tangannya.” (HR. Bukhari-Muslim). Lanjutkan membaca

Puasa Enam Hari Di Bulan Syawal

Setelah orang beriman melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Kemudian umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri tanggal 1 Syawwal. Setelah itu disunnahkan atas orang beriman untuk berpuasa 6 (enam) hari di bulan Syawwal. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Ayyub Al Anshari, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Lanjutkan membaca

Keutamaannya Membaca Al Qur’an

Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an. Allah subhanahu wata’ala sangat memulyakan orang-orang yang membaca Al Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): ”Sesungguhnya Allah meninggikan dengan Al-Qur’an ini derajat kaum-kaum tertentu (karena berinteraksi dengannya secara baik), dan merendahkan dengannya pula derajat kaum-kaum yang lain lagi (karena mengabaikan, menjauhi dan meninggalkannya)” (HR.Muslim). Berikut sebagian dari keutamaan dari membaca Al Qur’an. Lanjutkan membaca

Ramadhan, Syetan Dibelenggu

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu Surga dibuka selebar-lebarnya, pintu-pintu Neraka ditutup serapat-rapatnya dan syetan-syetan dibelenggu” (HR Muttafaq ‘Alaih). Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa, karena Allah Ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengkhususkannya dengan berbagai bentuk keistimewaan yang tidak terjadi pada bulan-bulan yang lain. Lanjutkan membaca

Yang Paling Baik Imannya

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Mukmin yang paling baik imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad, dan Darimi). Hadits ini menegaskan tentang pentingnya akhlaq dalam Islam. Selaras dengan hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiada sesuatu pun yang lebih memberatkan timbangan seorang hamba mukmin pada hari kiamat dari akhlaq  yang mulia.” (HR. At-Timidzi). Lanjutkan membaca

Keutamaan Persaudaraan

Ukhuwah atau persaudaraan memiliki banyak sekali keutamaan. Pertama, dengan ukhuwah kita bisa merasakan manisnya iman. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda: “Ada tiga golongan yang dapat merasakan manisnya iman: orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari mencintai dirinya sendiri, mencintai seseorang karena Allah, dan ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci jika ia dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR. Imam Bukhari). Lanjutkan membaca

Penghalang Terkabulnya Doa

Allah subhanahu wta’ala akan mengabulkan semua doa yang dipanjatkan seorang muslim selama tidak ada pengahalang yang menghalanginya. Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina“. (QS. Ghafir: 60) Lanjutkan membaca

Semangat Beribadah

Dalam sebuah hadits dari ‘Aisyah r.a. yang diriwayat oleh Bukhori dan Muslim: Bahwa Rasulullah saw melaksanakan sholat malam sampai kedua kakinya bengkak. ‘Aisyah berkata kepada Beliau, “Ya Rasulullah, mengapa engkau beribadah sampai seperti ini. Bukankah Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang?”. Rasulullah saw bersabda,”Apakah engkau tidak suka aku menjadi hamba yang bersyukur?” Lanjutkan membaca

Jangan Lengah

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Sesungguhnya, seorang mukmin akan selalu memandang dosanya seperti halnya orang yang duduk di bawah kaki gunung dan ia takut gunung itu akan runtuh menimpanya. Sedangkan, orang yang fajir (yang maknanya berlawanan dengan kata mukmin) akan memandang dosanya seperti seekor lalat yang terbang dan hinggap di batang hidungnya.” (HR Bukhari). Lanjutkan membaca