Membumikan Al Qur’an

Al-Qur’an memang luar biasa, penuh dengan keberkahan. Membacanya saja meski tanpa memahami maknanya sudah berpahala, dengan hitungan satu pahala untuk setiap hurufnya, lalu satu pahala tersebut dilipatkan menjadi sepuluh. Namun itu tidak berarti bahwa membacanya saja sudah cukup. Lebih dari sekadar membaca, kita juga harus berinteraksi secara lebih baik lagi dengan Al-Qur’an. Lanjutkan membaca

Bahaya Virus Hasad

Kita perlu menyadari adanya virus spiritual yang sangat berbahaya dan mematikan, baik bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Virus itu adalah al-hasad – iri dan dengki. Jika wabah fisik seperti Covid-19 bisa membawa pahala bagi yang sabar, maka hasad hanya akan membawa keburukan dan kehancuran tanpa meninggalkan sedikitpun kebaikan. Rasulullah ﷺ telah mengingatkan kita tentang bahaya mematikan dari penyakit hasad ini dalam sabdanya: “Hati-hatilah kalian dari hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud No. 4903) Lanjutkan membaca

Ciri Mukmin Sukses

Allah subhanahu wata’ala dalam Al Qur’an surat Al Mukminun ayat pertama berfirman yang artinya: “Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin”. Di dalam ayat pertama surat Al-Mu’minun ini, Allah menggunakan kata yang arti terminologinya adalah Beruntung. Namun di dalam tafsir-tafsir terkemuka kata tersebut bermaksud: akan selalu sukses, sakinah (bahagia/tenteram) bagi batinnya, dan berdampak pada kesuksesan lain berikutnya. Jadi sungguh beruntung seorang mu’min itu karena ia akan selalu sukses, tenteram batinnya dan kesuksesan saat ini akan berdampak pada kesuksesankesuksesan berikutnya. Lanjutkan membaca

Orang yang Cerdik

Waktu adalah kehidupan. Siapa yang menghargai waktu berarti menghargai kehidupannya. Siapa tidak menghargai waktu pasti ia sedang menjadi mayat berjalan. Waktu adalah saat-saat yang menentukan. Siapa tidak menentukan hal-hal penting setiap saat maka dia dalam kondisi genting. Kalau ada yang mengatakan bahwa waktu itu mahal harganya, itu benar. Jika anda pernah mendengar seseorang mengatakan bahwa waktu itu adalah emas, nyatanya demikian. Waktu semakin menanjak nilai jualnya karena waktu setiap anak manusia semakin sedikit. Dan ini yang terlewatkan. Padahal setiap manusia sangat memahami hal yang prinsip ini. Lanjutkan membaca

Gembira dalam Ketaatan

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. pernah berdoa: “ Segala puji bagi Allah, dengan kenikmatan-Nya akan sempurnalah  banyak amal-amal sholeh”  (Alhamdulillah bini’matihi tatimmusholihaati). Sangatlah tepat jika seseorang menasehati kita;  “Janganlah anda bergembira karena taatmu, karena itu muncul dari diri anda. Bergembiralah dengan taat itu, karena ketaatan itu muncul dari Allah Ta’ala sebagai anugerah padamu.” Lanjutkan membaca

Semangat Meraih Surga

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apa pendapatmu bila saya melaksanakan shalat-shalat wajib, berpuasa Ramadlan, menghalalkan sesuatu yang halal, dan mengharamkan sesuatu yang haram, namun aku tidak menambahkan suatu amalan pun atas hal tersebut, apakah aku akan masuk surga?” Rasulullah menjawab: “Ya.” Dia berkata, “Demi Allah, aku tidak akan menambahkan atas amalan tersebut sedikit pun.“(HR.Muslim) Lanjutkan membaca

Zuhud

Banyak yang salah persepsi tentang zuhud, sehingga mereka talak tiga kepada  dunia. Mereka sama sekali tidak berhasrat pada dunia. Mereka menyingkirkan perhatiannya dari dunia. Padahal jelas sudah penjelasan dari Allah bahwa manusia ditugasi untuk mengurus dunia ini: “ Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (QS. Al-Baqarah 30) Lanjutkan membaca

Belajar Bersabar

Sabar berarti menahan nafsu dari letupan-letupan emosi  yang bisa mengarah pada banyak kesalahan, menghalangi fisik dari hal-hal di luar kontrol, serta tenang dalam menghadapi ujian. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa sabar itu adalah menerima ujian dengan etika dan sikap yang baik. Ada juga yang menerangkan bahwa sabar adalah orang yang menghadapi ujian tanpa mengeluh. Sementara Imam Junaid menjawab ketika ditanya tentang pengertian sabar, ”Sabar ialah ketika seseorang ditimpa kepedihan tetapi tidak cemberut.” Lanjutkan membaca

Sholat Khusyuk

Allah subhanahu wata’ala menjelaskan bahwa khusyuk dalam sholat merupakan salah satu sebab datangnya keberuntungan. “Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya.” (QS Al-Mu’minun: 1-2) Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Betapa banyak orang yang sholat tetapi hanya mendapatkan lelah dan letih saja.” (HR An-Nasai). Beliau saw juga mengingatkan: “Ilmu yang pertama kali akan diangkat dari atas muka bumi adalah kekhusyukan.” (HR Ath-Thabrani). Lanjutkan membaca

Sebab Malas Ibadah

Ibadah dalam Islam  bertujuan untuk merealisir hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhannya,  disamping untuk  memperkokoh kepribadiannya dan meningkatkan hubungan horizontal sesama manusia atau alam lingkungannya. Dengan disyariatkannya ibadah ini, seorang muslim diharapkan menjadi manusia  yang mulia akhlaknya dan lurus prilakunya sebagai cerminan  ketakwaannya. Lanjutkan membaca