Sudah ada kepastian dari Rasulullah saw. bahwa doa itu tidak ada yang sia-sia. Pasti diterima selama doa itu tidak ada muatan dosa dan tidak dalam rangka memutuskan silaturrahim. Dalam sebuah hadits dari Abu Said al- Khudry yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Hakim, Rasulullah saw. bersabda: ”Tidaklah dari seorang Muslim berdoa dimana dalam doa itu tidak ada dosa dan terputusnya silaturrahim niscaya Allah memberinya tiga kemungkinan: Allah langsung merespon doanya, Allah menangguhkannya sampai di akhirat, atau Allah mengalihkan permohonannya itu dengan (keselamatannya) dari berbagai musibah. Lanjutkan membaca
Arsip Kategori: Taujih
Dzikir Mendatangkan Ketentraman
Salah satu obatnya hati adalah dzikrullah, yaitu senantiasa berdzikir dan mengingat Allah subhanahu wata’ala. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menggambarkan dzikir bagi manusia seperti air bagi ikan. Apakah yang akan terjadi bila seekor ikan dikeluarkan dan dipisahkan dari air? Tentu ia akan menggelepar dan akhirnya mati. Demikian pula dzikir merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi setiap manusia. Tanpa dzikir, hati manusia akan menjadi keras dan akhirnya mati. Lanjutkan membaca
Perbanyak Bersholawat
Mungkin ada yang bertanya, “Apa hubungan sholawat dengan penyucian hati?” “Apakah bisa sholawat menjadi obat dan penyejuk bagi hati manusia?” Terhadap pertanyaan semacam ini, saya ingin balik bertanya, “Apa yang Anda rasakan ketika Anda sedang mengucapkan sholawat?” Setiap kali kita mengucapkan sholawat untuk Nabi saw, kita pasti ingat kepada beliau. Dengan mengingat beliau, pasti timbul rasa cinta yang bertambah kepada beliau. Ketika itulah, akan tumbuh pula dalam hati kita semangat untuk menghidupkan sunnah beliau dalam kehidupan. Lanjutkan membaca
Mengingat Kematian
Kematian adalah akhir dari segala yang dinikmati dan diderita oleh setiap orang di dunia ini. Begitu seseorang didatangi oleh kematian, ia akan segera berpindah pada sebuah kehidupan baru, yaitu kehidupan alam kubur. Alam kubur inilah persinggahan sebelum memasuki kehidupan akhirat. Diceritakan dalam beberapa hadits keadaan seseorang ketika dijemput oleh kematian: Lanjutkan membaca
Keseimbangan Hidup
Manusia adalah makhluq Allah subhanahu wata’ala yang unik dan istimewa. Kita tercipta dari dua unsur yang sungguh berbeda satu sama lain: tanah yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari langit. Terciptanya kita dari tanah menjadikan kita sebagai makhluq yang membutuhkan hal-hal yang bersifat ‘bumi’ seperti makan, minum, dan kebutuhan biologis. Sedangkan unsur ruh yang ada dalam diri kita menjadikan kita sebagai makhluq yang membutuhkan hal-hal yang bersifat ‘langit’ seperti iman, ilmu, dan semacamnya. Lanjutkan membaca
Kendala Ibadah
Ibadah dalam Islam bertujuan untuk merealisir hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhannya, disamping untuk memperkokoh kepribadiannya dan meningkatkan hubungan horizontal sesama manusia atau alam lingkungannya. Dengan disyariatkannya ibadah ini, seorang muslim diharapkan menjadi manusia yang mulia akhlaknya dan lurus prilakunya sebagai cerminan ketakwaannya. Lanjutkan membaca
Bulan Muharram
Dalam agama Islam, Tahun baru Hijriyah, diawali dengan bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), yang merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram. firman Allah Ta’ala: ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. 9 : 36). Lanjutkan membaca
Makna Hari Raya Idul Adha
Kita, umat Islam, merayakan Idul Adha setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Idul Adha sendiri adalah nama lain dari Yaumun-Nahr. Itulah “harinya jamaah haji” dimana pada hari itu mereka sampai di Mina – setelah malamnya mabit di Muzdalifah dan sehari sebelumnya wuquf di Arafah – untuk melempar jumrah Aqabah, menyembelih hadyu dan bercukur. Lanjutkan membaca
Menyambut Seruan Haji
Musim haji telah tiba kembali. Dan pelaksanaan ibadah agung yang merupakan rukun Islam kelima itu akan segera berlangsung. Para jamaahpun secara bergelombang sudah pada berangkat untuk menyambut dan memenuhi seruan Allah. Tentu saja kita bergembira dan bersyukur atas besarnya semangat dan luar biasanya antusiasme masyarakat muslim dalam menunaikan perintah agama. Sekaligus tak lupa kita berdoa dan berharap semoga seluruh jamaah diberi kemudahan dan kelancaran, serta memperoleh haji mabrur. Lanjutkan membaca
Haji, Perjalanan Penuh Makna
Ibadah Haji adalah pembiasaan jiwa untuk melakukan berbagai nilai-nilai terpuji, seperti penyerahan diri kepada Yang Maha Menentukan segalanya, tindakan-tindakan berbuah keselamatan, serta mengerahkan semua kemampuan, jerih payah dan harta di jalan jalan Allah. Demikian pula tolong-menolong (ta’awun), kenal-mengenal (ta’aruf) serta melaksanakan syi’ar-syi’ar ubudiyah (penghambaan) kepada Allah yang Maha Bijaksana. Semua itu merupakan proses pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs), yang akan memunculkan pribadi istimewa, dan bahkan nantinya akan mampu menghantarkan kita semua menuju harapan yang tak akan membawa kekecewaan sedikitpun juga. Lanjutkan membaca