Kedudukan Sholat

Sholat adalah Rukun Islam yang kedua setelah Syahadat. Sholat adalah tiang agama yang harus ditegakkan. Sholat adalah satu satunya Ibadah yang di wajibkan di atas Langit di sidratul muntaha. Yang akan mengantarkan kita untuk mendapatkan kebahagiaan dan surga Firdaus. Yang akan menjadikan kita untuk tidak mudah keluh kesah jika di laksanakan secara terus menerus. Sholat itu pancaran cahaya, sedangkan sabar adalah sumber cahaya. Sholat itu dapat menjadi pembersih jiwa seperti mandi lima kali dalam sehari. Lanjutkan membaca

Kebaikan Dunia Akhirat

Hakikat masa depan itu hanya Allah subhanahu wata’ala yang Maha Mengetahui, sedangkan manusia tidak ada yang mengetahui. Allah swt berfirman: “Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti” (QS. Luqman: 34) Lanjutkan membaca

Dahsyatnya Silaturrahim

Saudaraku, silaturrahim berasal dari dua kata dalam bahasa Arab: “silah” yang berarti hubungan, dan “rahim” yang berarti kerabat atau kasih sayang. Silaturrahim mengacu pada menjaga hubungan kasih sayang dan persaudaraan dengan sesama manusia, terutama dengan keluarga dan kerabat. Silaturrahim adalah salah satu ajaran yang diperintahkan oleh Allah, dan dikaitkan dengan tanda keimanan seseorang pada Allah dan pada Hari Akhir. Lanjutkan membaca

Berinteraksi dengan Al Qur’an

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).” (QS.Al-Baqarah: 185). Ramadhan adalah momentum yang paling tepat dan kondusif untuk membangun dan meningkatkan keharmonisan hubungan dan interaksi dengan wahyu terakhir dari Allah ini, yakni dengan berkomitmen untuk melakukan hal-hal sebagai berikut: Lanjutkan membaca

Mengatasi Kesombongan

Kesombongan (takabbur) adalah penyakit berbahaya yang bisa menyerang siapa saja. Pencegahan dan pemberantasan penyakit ini harus dilakukan dengan serius. Pengobatan intensif terhadap pengidap penyakit ini harus dilakukan dengan cermat dan seksama. Terdapat dua tahapan  utama dalam melakukan terapi penyakit takabbur, yaitu: Pencabutan akar dan pohonnya dari hati. Untuk mencabut pohon takabbur beserta akar-akarnya diperlukan dua kekuatan, yaitu dengan ilmu dan amal. Lanjutkan membaca

Takabbur

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mendefinisikan takabbur sebagai sikap menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.  Pengertian itu Nabi saw sampaikan kepada orang yang mempertanyakan sikap salah seorang sahabat yang suka memakai baju dan sendal bagus. Sabda Nabi: Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Takabbur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain”. (HR. Muslim) Lanjutkan membaca

Tinggalkan Dusta

Di antara sebab terbanyak yang menjerumuskan anak Adam ke lembah kemaksiatan, adalah mereka tidak menjaga dua hal yaitu lidah dan kemaluannya. Sehingga Rasulullah
shalallahu alaihi wa salam bersabda: ”Barangsiapa yang mampu menjaga apa yang terdapat di antara dua janggutnya dan apa yang ada di antara dua kakinya, maka aku jamin akan masuk surga.” (Muttafaq alaih, dari Sahl bin Sa’ad) Lanjutkan membaca

Hakekat Manusia

Kita, manusia, adalah makhluq Allah yang unik dan istimewa. Kita tercipta dari dua unsur yang sungguh berbeda satu sama lain: tanah yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari langit. Terciptanya kita dari tanah menjadikan kita sebagai makhluq yang membutuhkan hal-hal yang bersifat ‘bumi’ seperti makan, minum, dan kebutuhan biologis. Sedangkan unsur ruh yang ada dalam diri kita menjadikan kita sebagai makhluq yang membutuhkan hal-hal yang bersifat ‘langit’ seperti iman, ilmu, dan semacamnya. Lanjutkan membaca

Melindungi Diri dari Waswas

Seorang muslim kadang ditimpa penyakit waswas. Oleh karenanya dia harus selalu berlindung kepada Allah subhanahu wta’ala. Seorang muslim harus selalu waspadai dengan penyakit was was itu, karena waswas itu adalah senjata seta yang sangat ampuh untuk menyesatkan manusia, dan solusinya adalah anda harus selalu berusaha untuk menghentikan waswas tersebut. Setidaknya ada dua cara yang dilakukan untuk menghentikan penyakit waswas.; Lanjutkan membaca

Dinamika Iman

Makna iman dalam persepektif Islam bukanlah sekedar percaya melainkan harus melingkupi tiga aspek yang kesemuanya ada pada manusia yakni qolb (hati), lisan dan amal shaleh. Artinya seseorang yang beriman harus meyakini dalam hatinya dengan sesungguh-sungguhnya tentang semua hal yang harus diyakininya. Kemudian menjelaskan dengan lisannya sebagai sebuah pernyataan keimanan yang membawa konsekuensi-konsekuensi tertentu. Dan akhirnya dijabarkan dan dibuktikan secara kongkrit dalam amal perbuatannya. Tidak bisa dikatakan beriman seseorang, bila ia tidak memenuhi tiga kriteria kelengkapan iman tersebut. Lanjutkan membaca