Mudahkan Jangan Persulit

Saudaraku, pada 1 Muharram yang mulia, ada bagusnya kita mengawali dengan sebuah resolusi yang realistis, yang spesifik, relevan dan terukur. Bertekad menjaga keharmonisan sosial dan menjadi bahagia dengan komitmen untuk hijrah dari pribadi yang acuh pada kesulitan orang lain, menjadi pribadi yang mudah menghilangkan beban orang lain, adalah pilihan penuh barokah  Berikhtiarlah untuk meringankan beban orang lain dengan bantuan berupa: Materi yang berwujud: Bantuan harta, Bantuan tenaga, Bantuan waktu, Bantuan keahlian. Non materi yang berwujud: Motivasi, Empati, Menghilangkan kesedihan, Memberi inspirasi. Lanjutkan membaca

Jangan Bakar Amal Baikmu

Saudaraku, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud). Dengki (Hasad) adalah rasa tak senang pada karunia yang didapat orang lain, dan ingin agar karunia tersebut hilang lalu berpindah kepadanya. Terkadang ketika pendengki melihat kesalahan dari yang didengki, dia seolah mendapat kesempatan untuk menjatuhkan harga dirinya, lalu ia merusak kehormatan orang tersebut. Lanjutkan membaca

Agar Tidak Defisit Amal

Saudaraku, Islam tidak memerintahkan kita untuk tinggal di masjid sepanjang hari untuk membaca Al-Quran atau begadang sepanjang malam untuk dzukir dan berdoa demi menambah koleksi amal shaleh. Sebaliknya, dengan melakukan ibadah yang benar dan menjalani hari dengan normal tanpa melakukan penindasan pada fisik, perasaan dan fikiran orang lain, adalah cara untuk tak mengalami defisit pahala, akibat penambahan dosa. Bahkan dengan rutinitas hidup yang mubah seperti biasa asal diniatkan karena Allah, maka pada hakikatnya kita sedang menabung atau menimbun saldo pahala. Lanjutkan membaca

Pilar-Pilar Ibadah

Ibadah dalam Islam  bertujuan untuk merealisir hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhannya,  disamping untuk  memperkokoh kepribadiannya dan meningkatkan hubungan horizontal sesama manusia atau alam lingkungannya.  Dengan disyariatkannya ibadah ini, seorang muslim diharapkan menjadi manusia  yang mulia akhlaknya dan lurus prilakunya sebagai cerminan  ketakwaannya. Lanjutkan membaca

Membangun Kebiasaan Baik

Saudaraku, Salah satu pedoman dalam Islam adalah mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baik dalam hidup. Kebiasaan kita  adalah cermin dari kualitas hidup kita sendiri dan gambaran bagaimana proses meraih kesuksesan dunia akhirat. Kebiasaan-kebiasaan ini akan memberikan timbal balik pada proses kesuksesan. Menjadi penting bagi umat Islam untuk memilah kebiasaan kebiasaan yang harus dilakukan dalam menjalani hidup agar hidup ini menjadi berkualitas dan kita bisa meraih versi terbaik dari diri kita sebagai hambaNYA Lanjutkan membaca

Menghalau Sifat Ujub

Saudaraku, Seringkali langkah dan ucapan kita didominasi oleh perasaan. Dominasi perasaan yang terekspresikan dalam pilihan sikap seringkali berawal dari sikap ujub atau merasa diri begitu penting. Terjebak dalam rasa ujub membuat banyak dari kita sangat mementingkan perasaannya sendiri dan tak tau bagaimana menyelesaikan masalah sendiri. Selanjutnya, yang tadinya keadaan aman terkendali menjadi semrawut dan kesemrawutan itu menjadi tak terselesaikan bahkan kian membesar. Lanjutkan membaca

Kita Butuh Nasehat

Saudaraku, kebutuhan kita kepada nasehat, adalah satu keniscayaan. Kebutuhan orang beriman kepada nasehat, adalah satu kepastian. Semakin tinggi iman seseorang, semakin cinta kepada nasehat, karena agama itu sendiri adalah nasehat. Siang dan malam Rasulullah Saw, dituntun oleh wahyu, tapi beliau mencontohkan sikap sering meminta dan menerima pendapat dari para isteri dan para sahabat beliau. Cinta nasehat memotivasi untuk mencari nasehat, mengejar nasehat, meminta nasehat, menghargai nasehat, merenungkan nasehat, dan mengamalkan nasehat. Lanjutkan membaca

Sabar

Saudaraku, Sifat sabar adalah rejeki dari Allah yang sangat tinggi nilainya, melampaui rejeki kekayaan dan apapun setelah rejeki iman (Al hadist). Allah cinta pada orang penyabar dan karena itu selalu menyertainya kapanpun dan dimanapun. Sedangkan setan sangat dekat dan selalu menyertai orang yang mudah marah. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” Lanjutkan membaca

Dahsyatnya Wirid Hawqolah

Saudaraku, Hawqolah adalah ucapan: “Laa Hawla Walaa Quwwata Illaa Billah”, yang artinya,  “Tak ada upaya dan tak ada kekuatan, kecuali dari Allah saja”. Sahabat Ibnu Mas’ud memaknai Hawqolah dengan mengatakan:  “Tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat selain dengan perlindungan dari Allah. Tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan selain dengan pertolongan Allah.” Lafaz Hawqolah diperintahkan Nabi SAW, untuk menjadi jawaban dari panggilan adzan, “Hayya ‘alashshalah dan Hayya ‘alalfalah” yang artinya, “Marilah menunaikan sholat dan marilah menuju kemenangan”. Sesungguhnya kita bisa melakukan sholat dan bisa menang hanya atas ijin dari Allah saja Lanjutkan membaca

Saat Sedih dan Bahagia

Saudaraku, Bahagia, adalah suatu keadaan dimana pikiran dan perasaan menjadi senang dan tenteram, lahir maupun batin. Sedih adalah perasaan tidak senang, tidak beruntung, tak berdaya, hingga putus asa saat kehilangan sesuatu berharga. Bahagia dan sedih adalah sunnatullah yang dilekatkan pada manusia. Setinggi atau serendah apapun posisi manusia, maka akan mengalami bahagia dan sedih. Lanjutkan membaca