Rumah Ibadah Harus Jadi Sarana Penyebar Kedamaian

JAKARTA (sindonews.com) – Keberadaan rumah ibadah dinilai tidak hanya sebagai sarana aktivitas keagamaan, tetapi juga untuk mempersatukan umat beragama. Selain itu, tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura dan wihara menjadi sangat efektif untuk digunakan untuk menebar pesan kedamaian. “Dalam Alquran disebutkan juga bahwa masjid itu hanya milik Allah maka segala macam kegiatan di dalamnya hanya boleh untuk kepentingan agama. Masjid tidak boleh digunakan untuk kegiatan yang bertentangan dengan ajarannya. Sebagai pencipta, Allah menghendaki agar umatnya menjadi umat yang cinta damai serta umat yang saling tolong menolong dan dapat memperkokoh perdamaian,” tutur Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), KH Ahmad Satori Ismail di Jakarta, Selasa 17 Juli 2018. Lanjutkan membaca

Halal Bihalal Dan Mudzakarah Dai IKADI

Meski sudah tidak lagi di bulan Syawal 1439, tapi tidak ada salahnya kalau Pengurus Wilayah IKADI Jawa Timur mengadakan acara Halal Bihalal dan Mudzakarah Dai IKADI. Acara yang digelar pada hari Sabtu tanggal 14 Juli 2018 itu mengambil tema Kuatkan Ukhuwah dan Dakwah untuk Membangun Kejayaan Bangsa. Acara ini dihadiri oleh seluruh utusan dari pengurus daerah baik Kota maupun Kabupaten se Jawa Timur. Menurut ustadz Muhammad Sholeh Drehem, ketua IKADI Jawa Timur, acara ini bertujuan untuk menyatukan langkah para dai agar lebih optimal dalam melayani masyarakat.  Disamping itu juga, acara ini diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan  dan sinergi dalam memaksimalkan peran dai di daerah-daerah.  Disamping acara Halal Bihalal, ada juga sessi diskusi tentang dinamika keummatan saat ini. Diskusi ini diharapkan bisa memberikan panduan kepada dai bagaimana harus menjawab tantangan tuntutan yang ada saat ini.

Pesan Ba’da Idul Fithri Dari Ketua IKADI

Ramadhan telah meninggalkan kita. Ustadz Muhammad Shaleh Drehem ketua IKADI Jawa Timur berpesan, ada baiknya kalau kita evaluasi sepuluh hal berikut ini: Pertama, Ramadhan belum efektif tanpa taubat sejati. Pastikan berapa bentuk dosa yang sudah ditaubatkan secara sungguh sungguh? Kedua, Lanjutkan ibadah ramadhan dengan niat ikhlas, agar semakin besar hasilnya untuk istiqamah setelah ramadhan. Ketiga, Sungguh efektifitas amal ibadah Ramadhan akan terasa dan terlihat pada akhlak yang semakin mulia, semakin peduli, semakin lembut, semakin bijak, semakin dermawan, semakin pemaaf, dan semakin mendidik. Inilah yang penting untuk segera diwujudkan. Keempat: Ingat, Taqwa yang menjadi tujuan amal ibadah Ramadhan, hanya terwujud jika Mahabbah, Khauf, Raja  dan Tawakkal  benar benar menggelora dalam jiwa secara seimbang. Inilah yang mesti dipastikan. Lanjutkan membaca

Pembekalan Santri Tahfidz

Para penghafal Al Quran memiliki peran yang stategis dalam pengembangan pembelajaran Al Quran dan dakwah Islam. Untuk menambah bekalan para penghafal Al Quran, para peserta Program Tahfidz Bersanad Griya Salam IKADI Pacet Mojokerto mengikuti Daurah (pembekalan) ilmu-ilmu dakwah. Acara yang dmulai pada hari Senin sampai dengan hari Jumat (21 – 27/5) ini, diselenggarakan atas kerjasama antara IKADI dengan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Surabaya. Bertempat di STIDKI Surabaya para santri ini mendapatkan materi-materi yang berupa penguatan pengetahuan untuk bekal kiprahnya nanti di masyarakat. Meski mereka mengikuti daurah, peserta masih bisa menambah hafalan karena materinya tidak full. Semoga bermanfaat dan barokah

Khataman Tahfidz

Alhamdulillah telah lahir hafidz baru. Meskipun baru saja didirikan  Program Tahfidz Bersanad Griya Salam IKADI Pacet Mojokerto telah berhasil melahirkan penghafal Al Quran. Program ini telah  mengantarkan salah satu pesertanya yaitu Faturahman Maulana  hafal Al Quran 30 juz. Dengan berbekal hafalan yang dimiliki sebelumnya, Faturrahman berhasil menghatamkan hafalannya setelah mengikuti program ini selama delapan bulan. Program utama dalam program tahfizh ini adalah  adalah tilawah, ziyadah dan muraja’ah. Dalam semester satu dan dua ketiga aktivitas ini dikategorikan kedalam aktivitas Wajib Ngaji. Semoga dengan lahirnya hafidz baru ini semakin banyak keberkahan untuk umat

Kecam Bom Gereja di Surabaya, IKADI Minta Aparat Segera Tuntaskan Kasus Terorisme

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia (PW IKADI) Jawa Timur, mengecam dan mengutuk tindakan pengeboman yang tejadi di tiga Gereja di Surabaya, Ahad (13/5) pagi, saat misa sedang berlangsung. “Mengecam dan mengutuk keras tindakan sadisme tersebut,” kata KH Muhammad Shaleh Drehem lewat rilis yang diterima SERUJI, Ahad (13/5) petang. IKADI juga menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya para korban dan berharap aparat dapat segera menuntaskan kasus-kasus terorisme. Berikut pernyataan sikap lengkap IKADI Jatim; Lanjutkan membaca

Sambut Era Milenial, IKADI Adakan Pelatihan Kehumasan

Arus perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terus maju dan semakin pesat. Hal ini menuntut penggunanya harus terus beradaptasi agar tidak tertinggal oleh arusnya.  Agar dakwah Islam tidak ketinggalan jaman terutama di era milenial ini, IKADI Jawa Timur mengadakan Pelatihan dan Workshop Kehumasan pada hari Ahad tanggal 28 April 2018. Acara tersebut diikuti oleh seluruh perwakilan IKADI kabupaten dan Kota se-Jawa Timur. Bertempat di Markas Dakwah IKADI Jawa Timur di Jl. A. Yani Surabaya, acara yang mengangkat tema “raih sukses dakwah di era milenial” tersebut digagas untuk memberikan tambahan pemahaman kepada bidang humas Ikadi di masing-masing kabupaten dalam memberikan konten dakwah yang lebih diterima di masyarakat. Semoga memberi manfaat bagi umat

Launching KMI Kota Malang

Alhamdulillah atas izin dan kasih sayang Allah SWT, pada hari Ahad tanggal 23  April 2018 telah dilaunching KMI (Korp Mubaligh Ikadi) Kota Malang  oleh Ketua Ikadi kota Malang Ust. Ahmad Suyono, M.PdI. Yang terpilih menjadi ketua KMI kota Malang adalah Ustadz Abdullah Hadits (cicit dari ulama’ sepuh Trenggalek Kyai Iskandar almarhum). Ketua terpilih dalam sambutannya mengatakan: “Ikadi ini perekat ukhuwah da’i lintas kultur yang masih ahlussunah wal jama’ah. Namanya perekat itu ya seperti lem. Jika ada kerenggangan antara saudara kita da’i di ormas yang sudah ada misalnya, maka Ikadi bisa merekatkan kembali.” Lanjutkan membaca

Launching Korp Mubaligh IKADI

Alhamdulillah hari Ahad (1/4) telah dilaunching Korp Mubaligh IKADI (KMI). Sebuah wadah bagi para dai IKADI agar semakin maksimal dalam menebarkan dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin.  IKADI Jawa Timur adalah organisasi sebuah ormas nasional yang bergerak dalam bidang dakwah tentu memiliki kepedulian lebih dibandingkan yang lain dalam pembinaan masyarakat. Kerja-kerja dakwah ikadi sudah diraksakan diseluruh kabupaten dan kota seJawa Timur. Melalui kegiatan pengajian Ahad Pagi IKADI hadir di tengah-tengah masyarakat menyampaikan dakwahnya ke berbagai kalangan. Maka untuk menata gerak dakwahnya diperlukan satu lembaga baru yang khusus menghimpun para dari dalam bentuk Korp Mubaligh IKADI. Dengan adanya korp tertsebut gerak dan langkah dakwah IKADI akan lebih tersusun rapi dan membuahkan hasil yang lebih baik. Lanjutkan membaca

10 Rekomendasi Silatnas IKADI: Perkuat Umat Sampai Tolak LGBT

Padang – Ikatan Dai Indonesia (IKADI) menyelenggarakan silaturahmi nasional (Silatnas) selama 3 hari di Padang, Sumatera Barat. Ada 10 rekomendasi yang dihasilkan, apa saja? Seperti siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (4/3/2018), Silatnas IKADI digelar mulai 2-4 Maret 2018 di Asrama Haji Kota Padang, Sumatera Barat. Silatnas IKADI yang diikuti sekitar 500 orang dai dari seluruh Indonesia. Silatnas ini menyoroti isu-isu strategis keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal. Membuahkan 10 rekomendasi sebagai berikut:
1. Mengimbau kepada seluruh dai agar meningkatkan dan mengkokohkan dakwah rahmatan lil ‘alamin sebagai perekat kesatuan bangsa dengan mengoptimalkan seluruh sarana dan media, terutama media sosial.
2. Mengimbau kepada para dai dan tokoh agama untuk senantiasa melakukan langkah-langkah koordinatif, sistematis, dan masif guna membendung dan membentengi umat dari arus deras pemikiran dan aliran keagamaan yang sangat potensial menghancurkan akidah dan mengancam keutuhan NKRI. Lanjutkan membaca