Kebaikan Dunia Akhirat

Hakikat masa depan itu hanya Allah subhanahu wata’ala yang Maha Mengetahui, sedangkan manusia tidak ada yang mengetahui. Allah swt berfirman: “Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti” (QS. Luqman: 34) Lanjutkan membaca

Hidup Secara Wajar

Allah Subhanahu wata’ala berfirman; Sesungguhnya telah kami ciptakan segala sesuatu dengan takdir. (Q.S. Al Qamar: 49). Dari firman Allah swt ini, Khalifah Umar bin Abdul Aziz radhiyallahu anhu  berkata: Allah akan memberi rahmat dan pertolongan kepada seseorang yang tahu akan ukuran kemampuan dirinya. Ini memberi nasihat agar kita bersifat tawadhu’, meskipun harus tetap berusaha untuk meningkatkan kemampuan kita masing masing untuk berbuat baik dan lebih baik lagi. Lanjutkan membaca

Syafaat Al Qur’an

Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Tiada penolong yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib dalam Syarah Ihya’). Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang- orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan. Lanjutkan membaca

Integralitas Ibadah

Amal ibadah kita sejatinya selalu dipadukan dengan amal amal hati seperti: Ikhlas, khusyu’, mahabbah, khauf, raja’, muraqabah, tazkiyah, dzikrul maut, dan begitu seterusnya! Amal ibadah wajib semestinya selalu diiringi dengan amal ibadah sunnah, selama ada sunnahnya.  Shalat wajib diiringi dengan shalat sunnah, Sedekah wajib diiringi dengan sedekah sunnah! Amal ibadah mahdhah seperti shalat, tilawah Al Qur’an, sewajibnya disambung dengan amal ibadah umum, amal ibadah sosial seperti birrul walidain, silaturrahim, akhlak mulia, memberi nasehat, mendidik anak, mengajarkan ilmu yang bermanfaat dan seterusnya. Lanjutkan membaca

Dahsyatnya Silaturrahim

Saudaraku, silaturrahim berasal dari dua kata dalam bahasa Arab: “silah” yang berarti hubungan, dan “rahim” yang berarti kerabat atau kasih sayang. Silaturrahim mengacu pada menjaga hubungan kasih sayang dan persaudaraan dengan sesama manusia, terutama dengan keluarga dan kerabat. Silaturrahim adalah salah satu ajaran yang diperintahkan oleh Allah, dan dikaitkan dengan tanda keimanan seseorang pada Allah dan pada Hari Akhir. Lanjutkan membaca

Level Tertinggi Laki-Laki

Dari ‘Aisyah RA, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku” (HR. At Tirmidzi). Al Mubarakfuri saat menjelaskan hadits tersebut dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi mengatakan: “Mereka (para wanita) adalah orang yang harus dirahmati (dikasihi) karena kelemahan fisik mereka”. Lanjutkan membaca

Indikasi Sukses Ramadhan

Bulan suci Ramadhan telah berlalu, dan umat Islam sudah merayakan hari raya Idul Fitri. Di bulan bulan Ramadhan umat Islam diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh. Inti dari ibadah puasa adalah menahan diri dari semua yang bisa membatalkan ibadah puasa dari waktu subuh hingga saat datangnya adzan maghrib. Tujuannya adalah agar orang-orang yang beriman menjadi hamba Allah swt yang bertaqwa. Lanjutkan membaca

Lebaran bukan Bubaran

Lebar (huruf e-nya dilafalkan seperti e pada kata enyah) dalam bahasa Jawa bermakna habis. Panganane wis lebar artinya makanannya sudah habis. Dari sini, saya berkeyakinan orang-orang menyebut Idul Fitri sebagai Lebaran karena Idul Fitri adalah saat dimana puasa kita sudah habis alias lebar. Jika lebaran dimaknai seperti ini rasanya cocok-cocok saja. Namun jika makna ini kemudian dikembangkan lebih jauh lagi, bisa memunculkan sedikit masalah. Lanjutkan membaca

Makna Iedul Fithri

Setiap tahun umat Islam merayakan hari raya Iedul Fithri dengan penuh kegembiraan dan keceriaan. Setelah satu bulan umat Islam berpuasa, dan beribadah di bulan Ramadhan, maka pada tanggal 1 Syawwal umat Islam berhenti berpuasa dan diperbolehkan makan dan minum serta merayakan hari kemenangan tersebut. Bagaimana sesungguhnya makna dari perayaan Iedul Fithri yang setiap tahun kita rayakan? Semoga uraian di bawah ini bisa menjadi renungan. Lanjutkan membaca

Mewarisi Mukjizat Abadi

Andaikata kita diberi warisan tongkat Nabi Musa atau tulang rahang untanya Nabi Syam’un Al-Ghazi tentu hanya menjadi koleksi benda antik, tidak bisa untuk membelah laut atau membabat musuh lagi. Tetapi Rasul Muhammad shalalallahu alaihi wasallam telah diberi Al-Qur’an yang suci dan penuh dengan kemuliaan. Sejak awal Al Qur’an telah memuliakan Malaikat yang membawa Al-Qur’an yaitu malaikat Jibril. Lanjutkan membaca