Keutamaan Dan Amalan Hari Tasyriq

Tasyriq adalah nama atau sebutan bagi tiga hari pasca hari raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah. Yakni hari-hari tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijah. Hari-hari tasyriq termasuk yang lebih diutamakan dan diistimewakan diantara hari-hari mulia bulan suci Dzulhijah. Baik dari aspek fadhilah amal ibadah di dalamnya, maupun tentang adanya hukum-hukum syariah khusus yang terkait dengannya. Lanjutkan membaca

Marhaban 10 Hari Termulia Sepanjang Tahun

Benarkah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah semulia itu sampai bahkan mungkin bisa mengungguli kemuliaan hari-hari bulan Ramadhan, atau minimal setara dengannya? Mengapa hal itu sepertinya tidak begitu dikenal di tengah-tengah mayoritas ummat Islam, sehingga karenanya sikap merekapun biasa-biasa dan datar-datar saja, tanpa ada yang tampak istimewa seperti yang umumnya ditunjukkan dalam menyambut bulan suci Ramadhan? Lanjutkan membaca

Amaliyah Di Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah merupakan salah bulan yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wta’ala. Ketika kita menyebut bulan Dzulhijjah, pasti orang sering mengkaitkannya dengan adanya perayaan hari raya Idul Adha atau pelaksanaan ibadah haji. Padahal di bulan Dzulhijjah masih banyak amal-amal ibadah yang utama yang lain yang mestinya dilakukan oleh umat Islam. Apa saja amaliyah utama di bulan Dzulhijjah? Berikut ini penjelasannya. Lanjutkan membaca

Agar Dikaruniai Anak Sholih

Anak yang sholeh dan sholihah adalah perhiasan yang berharga bagi semua orangtua. Tidak hanya berharga di dunia. Tetapi juga sangat berharga ketika orangtua sudah meninggal dunia. Karena dari anak sholeh akan terus mengalir pahalanya.  Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau doa anak yang shalih.” (HR. Muslim no. 1631). Lanjutkan membaca

Beribadah Haji

Kita sudah berada di bulan Dzulqa’dah. Umat Islam Indonesia yang telah terjadwal berangkat Ibadah haji tahun ini telah mulai berangkat ke tanah suci. Allah subhanahu wata’ala berfirman yang artinya: “ Dan melaksanakan ibadah haji itu adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup atau kuat menjalankannya “ (QS. Al Imran : 97).  Rasulullah saw bersabda terkait Keutamaan ibadah Haji. Hadits-hadits yang menunjukkan keutamaan ibadah haji: Lanjutkan membaca

Mengejar Ketinggalan Spiritual

Diantara hal yang sangat penting yang harus disadari oleh setiap manusia adalah mengenai hakikat kehidupan. Apakah kita betul-betul meyakini adanya kehidupan setelah kehidupan dunia ini? Apakah kita menyakini kekekalan kehidupan akhirat? Dan apakah orientasi kehidupan kita lebih mengarah untuk menikmati kehidupan dunia yang fana ini atau untuk menyiapkan diri di kehidupan akhirat yang kekal? Lanjutkan membaca

Curhatlah Kepada Allah

Dari ’Ubaidillah bin  Mihshan  Al Anshary dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141). Lanjutkan membaca

Menggapai Malam Seribu Bulan

Yang terpenting dari upaya menggapai kemuliaan dan keberkahan lailatul qadar yang luar biasa itu, bukanlah dengan cara mencari tahu kapan terjadinya dan mengamati tanda-tandanya. Melainkan dengan mujahadah keras dan upaya optimal dalam mengisi setiap malam dengan berbagai amal ibadah yang seistimewa mungkin. Dan itulah yang diteladankan oleh Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melalui i’tikaf sepuluh malam dan sepuluh hari penuh pada akhir bulan Ramadhan. Lanjutkan membaca

Menikmati Surga Sebelum Akhirat

Allah subhanahu wata’ala menciptakan alam semesta berupa langit dan bumi untuk menjadikan manusia optimal dalam tugas penghambaannya. Dunia disiapkan untuk menjadi modal dan lahan amal shalih bagi manusia dalam rangka meraih kebahagiaan dan kemuliaan hidup hingga menjadi bekal masuk syurga. Maka dalam Islam tidak ada dikotomi (pemisahan) urusan dunia dan akhirat, karena dunia akan berlanjut dan bersambung ke akhirat. Lanjutkan membaca