Saudara sekalian, Orang hidup tak akan pernah luput dari problem. Semua orang ditakdirkan akan berhadapan dengan problem. Karena hakekat problem adalah: peluang penguatan jiwa, ujian keimanan, peluang menghapus dosa, peluang amal, menambah kecerdasan dan kebijaksanaan, motivasi kreatifitas, moment peningkatan kualitas dan derajat, dan banyak lagi manfaat dari problem. Problem hidup adalah bentuk sapaan Allah pada manusia, sekaligus nasehat agar kita kembali ke JalanNya, dan menguatkan kedekatan kepadaNya. Lanjutkan membaca
Arsip Kategori: Kolom Ustadz
Diam Yang Salah
Saudara sekalian, diam tak selamanya tanda iman. Diam tak selalu berpahala. Diam tak semuanya tanda kebijaksanaan. Diam tak mesti sebuah kekuatan dan ketabahan. Adakah para Nabi yang diam atas kesalahan dan derita umat? Justru para Nabi yang menjelaskan dengan suara terang mana yang benar dan yang salah. Adakah pemimpin bijak yang diam tanpa meneriakkan arahan bahkan menyoraki derita kemanusiaan? Justru merekalah yang berani dipenjara akibat menyalahkan yang salah. Lanjutkan membaca
Mendaki Puncak Taqwa
Saudaraku, Orang yang beriman itu adalah mereka yang selalu berjuang. Dan yang berjuang sepenuh keimanan adalah mereka yang sanggup berkorban. Yang berkorban adalah mereka yang sedang mendidik diri. Yang mendidik diri adalah mereka yang mampu merubah diri. Yang merubah diri berarti mereka itu sanggup memaksa diri. Yang sanggup memaksa diri mereka yang kuat mendaki hingga mencapai puncak gunung “Taqwa”. Lanjutkan membaca
Jadilah Pejuang Kebenaran
Saudaraku, ketiadaan cahaya membuat manusia hidup dalam kegelapan. Cahaya hidup tak sudi datang menerangi manakala: Kita abai pada ilmu. Kita terbiasa bahkan menikmati gelimang dosa. Kita sulit bersaudara dan juga sulit bekerja sama. Kita gemar saling menjatuhkan. Kita mahir saling berkhianat atau saling menipu. Buruknya moral menghalangi datangnya cahaya. Lanjutkan membaca
Umat Bijak, Pemimpin Kuat
Saudaraku, Nabi Sulaiman as adalah raja yang menjadi “tuan”nya segala kekuasaan yang tidak pernah dimiliki siapapun sesudahnya, (QS. An Naml 35), hingga wafat sang Nabi itupun di atas tahta. Kekuasaan di tangan penguasa baik dan cerdas akan melipatgandakan kebaikan sehingga kebaikan itu terasakan oleh orang banyak. Kekuasaan yang dikendalikan oleh penguasa buruk juga akan melipatgandakan keburukan sehingga keburukan akan merajalela menutup peluang datangnya kebaikan. Lanjutkan membaca
Jaga Iman Dan Berbahagialah
Saudaraku, dalam hidup, terkadang muncul rasa galau, marah, jengkel, sedih, gelisah, bingung, cemas, cemburu, menyesal, pesimis, prasangka buruk dan perasaan negatif lainnya. Jika hal itu disebabkan faktor duniawi, maka wajib kita persingkat dengan memotong durasinya. Jangan berlama-lama seakan kita menikmati kedukaan. Cara cepat untuk menghilangkan perasaan negatif adalah dengan amal hati (ikhlas atau ridlo), amal pikir (perenungan/tadabbur), zikir dan doa yang khusyu’, tilawah Alqur’an, bersedekah, silaturahim, serta amal kebaikan lainnya. Lanjutkan membaca
Mulia Diri Karena Al Qur’an
Saudaraku, apapun yang terkait dengan Al Qur’an selalu termuliakan. Semua malaikat mulia, tapi Jibril yang membawa Al Qur’an, digelari Sayyidul Malaaikah, artinya tuannya para malaikat. Semua nabi mulia, tapi nabi Muhammad SAW yang membawa Al Qur’an disebut Ashraful Anbiya’, artinya nabi yang paling mulia. Semua bulan itu mulia, tapi bulan diturunkannya Al Qur’an, dimuliakan dengan ibadah Ramadlan. Lanjutkan membaca
Bijak Dalam Berkeluarga
Interaksi Suami dan Istri memerlukan hati bijak, pikiran bijak, sikap bijak, dan tutur kata yang sangat bijak. Karena kehidupan suami istri seringkali diwarnai oleh banyak hal yang tidak menyenangkan. Hati bijak akan melahirkan rasa sabar dan mudah membahagiakan serta dibahagiakan. Pikiran bijak berdampak pada kemampuan meredam amarah. Sikap bijak membuat senyum menjadi manis. Tutur kata bijak akan efektif untuk menyelesaikan problem komunikasi dengan tepat. Bagaimana mencapai semua itu? Lanjutkan membaca
Memotivasi Diri Untuk Bahagia
Saudaraku, diantara kita banyak yang tertimpa musibah bertubi-tubi. Yang dirasakan saat itu adalah: Sedih dan marah, Dunia mendadak sempit. Rezeki seolah enggan mendekat. Malu bertemu dengan orang lain karena pasti akan disalahkan. Kesepian karena dijauhi teman bahkan keluarga. Merasa tak nyaman secara fisik karena dada selalu berdebar. Kehilangan orientasi hidup. Terbayang bahwa mati lebih indah dari hidup. Maka di saat seperti itu, harus ada upaya memotivasi diri agar bahagia. Lanjutkan membaca
Berdzikirlah
Perihal keutamaan dzikir, Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman: … Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir (menyebut nama Allah), Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS. Al Ahzab: 35). Saudaraku, diantara dzikir yang menjadi kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dzikir pagi dan sore. Karena pentingnya dzikir ini, Allah swt perintahkan agar orang-orang beriman merutinkannya. Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman, perbanyaklah berdzikir kepada Allah.__Dan bertasbihlah untuknya di waktu pagi dan sore.” (QS. Al ahzab:41-42). Lanjutkan membaca