Dengan Berzakat Hati Bahagia

Kebahagiaan hati orang beriman itu bersumber dari kebaikan dan ketaatan yang dilakukannya sebagai bukti keimanan hatinya. Semakin tinggi tingkat dan nilai ketaatannya, maka semakin besar pula kebahagiaan yang dirasakannya. Dan berzakat menempati peringkat yang sangat tinggi dalam skala prioritas amal ketaatan. Karena ia merupakan salah satu ibadah wajib utama yang diposisikan sebagai rukun Islam ketiga, sehingga dengan berzakat berarti seorang mukmin telah turut andil dalam upaya menegakkan tiang dan pilar penyangga utama bangunan Islam. Lanjutkan membaca

Momentum Penyucian Jiwa

Selama bulan Ramadhan, syetan-syetan pengganggu dan penggoda dirantai, dibelenggu dan dinonaktifkan oleh Allah Ta’ala. Ini merupakan salah satu rahmat dan karunia Allah kepada hamba-hamba-Nya, kaum mukminin, yang ingin meraih kemuliaan, kesempurnaan iman dan puncak taqwa yang merupakan salah satu tujuan utama dari ibadah puasa di bulan Ramadhan. Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu (lebih) bertakwa”  (QS Al-Baqarah : 183). Lanjutkan membaca

Ramadhan Bulan Bercermin Diri

Ramadhan merupakan salah satu sarana dan momentum istimewa bagi setiap mukmin atau mukminah untuk ber-muhasabah dan bercermin, yang dengannya ia bisa mengetahui tingkat keimanannya, kualitas ketaqwaannya kepada Allah Ta’ala, dan kadar kerinduannya pada kehidupan ukhrawi yang bahagia. Dan melalui cermin Ramadhan, seseorang bisa menguji diri dan hatinya, untuk mengetahui sudah berada di tingkat apakah ia? Lanjutkan membaca

Tadabbur Surah At Takatsur

Allah suhaanahu wata’ala berfirman dalam Surah At Takatsur:  1. Bermegah-megahan (ambisi/syahwat duniawi) telah melalaikan kamu. 2. sampai kamu masuk ke dalam kubur (mati). 3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), 4. dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. 5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang meyakinkan, 6. niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahannam, 7. dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yakin (keyakinan pandangan mata), 8. kemudian kamu pasti akan ditanyai (diminta pertanggung jawaban) pada hari itu tentang keni’matan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). Lanjutkan membaca

Berserah Diri Kepada Allah

Tawakkal ialah menyerahkan seluruh urusan kepada Allah subhanahu wata’ala. Tawakkal juga berarti percaya kepada Allah swt, beriman kepada kekuasaann-Nya, kekuatan, dan ilmu-Nya. Jadi, tawakkal ialah bersandar secara total kepada Allah swt dan hasilnya ialah beriman secara nyata sebagian nama dan sifat-Nya. Ibnu Al-Qayyim berkata, “Tawakkal itu separoh agama dan separoh lainnya ialah inabah (taubat). Agama itu ibadah dan isti’anah (minta pertolongan). Tawakkal ialah minta pertolongan dan inabah ialah ibadah.” Lanjutkan membaca

Agar Ibadah Kita Diterima

Allah subhanahu wata’ala berfirman yang artinya: ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56). Manusia diciptakan tujuannya adalah untuk beribadah kepada Allah swt. Semua yang diciptakan di dunia ini adalah untuk manusia agar bisa digunakan sebagai sarana untuk beribadah. Agar ibadah kita diterima Allah swt, harus terpenuhi padanya syarat-syaratnya. Diantara syarat agar ibadah kita diterima adalah. Lanjutkan membaca

Demi Malam

Surah Al-Lail bermakna Malam, termasuk golongan surah-surah Makkiyah, diturunkan sesudah surah Al-A’laa. Terdiri dari 21 ayat, 71 kalimat, dan 310 huruf. Allah subhanahu wata’ala berfirman: [1] Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), [2] Dan siang apabila terang benderang, [3] Dan penciptaan laki-laki dan perempuan, [4] Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. (QS Al-Lail: 1-4) Lanjutkan membaca

Perintah Berdoa

Allah swt mewajibkan kita banyak-banyak berdoa kepada-Nya, dan menjanjikan serta menjamin untuk mengabulkan doa para pendoa. Dan tentu saja kita wajib meyakini dan mengimani janji serta jaminan itu sebagai sebuah kepastian, karena itu janji dan jaminan dari Allah Yang Maha Menepati janji. Allah subhanahu wata’ala berfirman:  “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka sesungguhkan Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al-Baqarah: 186). Lanjutkan membaca

Surah Quraisy

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surah Quraisy: Karena kebiasaan orang-orang Quraisy (1). (Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (2).Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini(Ka’bah) (3). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan (4). Surah Quraisy termasuk salah satu surah Makkiyyah, yaitu surah yang diturunkan pada periode Mekkah dan turun setelah surah At-Tiin. Nama surah ini diambil dari ayat yang pertama “Li Iilaafi Quraisyin’ Lanjutkan membaca

Wahyu Pertama

Dalam hadits A’isyah r.a. yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, dikisahkan bahwa Nabi saw. datang ke gua Hira’ yang terletak diatas sebuah bukit di pinggir kota Mekah untuk berkhalwat beberapa malam. Kemudian sekembali beliau pulang mengambil bekal dari rumah isteri beliau, Khadijah, datanglah Jibril kepada beliau dan menyuruhnya membaca. Nabi menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Jibril merangkulnya sehingga Nabi merasa sesak nafas. Jibril melepaskannya; sambil berkata lagi, “Bacalah.” Nabi menjawab, “Aku tidak bisa membaca”. Lalu dirangkulnya lagi dan dilepaskannya sambil berkata: “Bacalah.” Nabi menjawab, “Aku tidak bisa membaca” sehingga Nabi merasa payah, maka Jibril membacakan ayat 1 sampai ayat 5 Surat Al-‘Alaq.

Lanjutkan membaca