Saudaraku..Jauhkanlah diri dari mencampurkan ketaatan kepada Allah dengan rasa senang terhadap pujian orang lain, karena hal itu akan berpotensi menghilangkan pahala amal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman : ’Aku tidaklah butuh adanya tandingan-tandingan. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal dalam keadaan menyekutukan Aku dengan selain Aku, maka Aku akan meninggalkan dia dan sekutunya itu.’” (HR. Muslim) Lanjutkan membaca
Arsip Kategori: Kolom Ustadz
Seimbangkan Antara Perasaan Dan Akal
Saudaraku, Dalam menyikapi persoalan, banyak keputusan emosional dan tak bijak karena diambil berdasarkan perasaan, tanpa melibatkan pertimbangan akal. Hasilnya ; nampak tak cerdas, tidak solutif atau tidak menyelesaikan. Contoh: Karena tak ingin membuat kecewa, maka kita memilih toleran bahkan mendukung pada kesalahan yang dibuat kelompok, keluarga, dan perwakilan kepentingan kita. Lanjutkan membaca
Mengatasi Kejenuhan
Saudaraku, darimana datangnya jenuh? Dari rutinitas yang tak ikhlas. Dari amal dan cara kerja yang tidak atau kurang kreatif. Dari pola komunikasi monoton pada orang lain, dan tidak romantis pada pasangan. Dari pengangguran fikir, pengangguran dzikir, dan pengangguran amal khair (kebaikan). Sumber-sumber kejenuhan harus diwaspadai dan dihindari, agar tak jenuh dalam kerja apalagi dalam ibadah. Tak boleh ada kata jenuh dalam bebuat baik, agar kita punya keteraturan dan kegairahan hidup hingga terhindar dari jenuh. Lanjutkan membaca
Jaga Shalatmu
Saudaraku, Shalat lima waktu bukan hanya kewajiban tetapi juga kebutuhan. Sholat adalah tiang agama dan tanda keimanan karena sholat itu bukti penghambaan dan bukti syukur kepada Allah SWT. Malas shalat berarti malas menjadi hambaNYA dan tidak tahu diri. Malas shalat berarti melepas penghambaan dan melawan Allah. Malas shalat membuat hati keras dan menyempitkan pintu hidayah. Malas shalat membuka peluang menjadi munafiq Lanjutkan membaca
Waspadai Sifat Ujub
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tiga perkara yang membinasakan, rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikui dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri” (HR.Thabroni). Saudaraku, Ujub itu sering datang dengan tanpa kita sadari.Ujub itu berbeda dengan Riya’. Sifat riya’ mungkin bisa dihindari, tapi Ujub sering sulit untuk dijauhi. Lanjutkan membaca
Menjadi Semakin Bijak
Saudaraku, banyak cendikiawan tetapi sedikit menyisakan hikmawan (pemilik kebijaksanaan). Allah swt berfirman: “Dan barangsiapa yang diberikan hikmah maka sungguh ia telah diberikan kebaikan yang banyak.” (QS. Al Baqarah 269). Banyak yang pandai berteori, tapi sedikit yang berbakti dan mau mengamalkan. Mereka mengajak orang lain untuk baik, namun selalu lupa akan diri (Al Baqarah 44). Lanjutkan membaca
Mencintai Amal Sholeh
Saudaraku, Hidup adalah peluang untuk beramal sholeh. Peluang yang tidak terulang, karena waktu selalu berjalan ke depan dan tak pernah kembali. Seharusnya setiap amal sholeh selalu diprioritaskan dan dijadikan kebiasaan agar setiap waktu secara otomatis terisi dengan amal sholeh. Setiap amal sholeh yang sudah menjadi kebiasaan berulang (habbit) pasti akan di cintai sepenuh hati.Hanya amal sholeh yang kelak akan menjadi kekasih sejati, pendamping di alam kubur dan penyelamat di akhirat. Lanjutkan membaca
Renungan Ba’da Ramadhan
Saudaraku, Berikut beberapa hal penting yang perlu kita renungi: Seberapa besar kesungguhan kita dalam melakukan ibadah hati seperti; ikhlas, khusyu’, mahabbah, khauf, raja’, tawakkal, syukur, sabar, muraqabah, taubat, dan rindu surga selama bulan mulia kemarin? Seberapa besar pula kesungguhan kita untuk ibadah-ibadah mahdhah (khusus), seperti ; shalat 5 waktu di masjid, shaum, shalat rawatib, shalat sunnah, qiyamullail, dhuha, tilawah, dzikir, doa, zakat, i’tikaf? Lanjutkan membaca
I’tikaf Itu Kebutuhan
Saudaraku, I’tikaf itu tinggal di masjid beberapa saat dengan niat ibadah. I’tikaf dengan durasi waktu yang panjang diisi dengan memperbanyak shalat sunnah secara khusyu’. I’tikaf itu sebuah ikhtiar untuk membersihkan jiwa. I’tikaf juga merupakan pembuktian rasa cinta pada masjid. I’tikaf adalah waktu menyendiri untuk merenungi diri, meninggalkan semua kesibukan duniawi, percepatan langkah menuju Allah, menebus sebagian dosa dan kelalaian, dengan istighfar dan taubat Lanjutkan membaca
Lebih Dari Seribu Bulan
Saudara sekalian, Betapa mudahnya manusia ingkar, jika mendapat kesenangan tak sudi bersyukur dan bila mendapat musibah tak mau bersabar. Subhanallah…, betapa besar kasih sayang Allah pada manusia, sehingga Allah menurunkan Ramadhan untuk membakar habis semua dosanya. Betapa mulianya Ramadhan karena di malam malam ganjil di sepuluh terakhirnya, Allah menurunkan malam Laiatul Qadar yang lebih baik dari 1000 bulan. Lanjutkan membaca